Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Dinkes Gunung Kidul Mulai Tes Usap Acak Pelajar SMA

Senin 22 Nov 2021 11:05 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Tenaga kesehatan menyuntik vaksin Covid-19 santri saat vaksinasi massal Covid-19 di Gunungkidul, Yogyakarta, Rabu (6/10). Sebanyak 1.850 dosis vaksin Covid-19 Sinovac disiapkan untuk vaksin wisata yang berkerja sama dengan tiket.com. Selain untuk pelaku wisata, vaksinasi ini juga untuk pelajar dan santri. Vaksinasi ini diadakan untuk menyisir bagian tepi Yogyakarta. Diharapkan bisa meningkatkan capaian vaksinasi di pelosok yang saat ini masih kurang.

Tenaga kesehatan menyuntik vaksin Covid-19 santri saat vaksinasi massal Covid-19 di Gunungkidul, Yogyakarta, Rabu (6/10). Sebanyak 1.850 dosis vaksin Covid-19 Sinovac disiapkan untuk vaksin wisata yang berkerja sama dengan tiket.com. Selain untuk pelaku wisata, vaksinasi ini juga untuk pelajar dan santri. Vaksinasi ini diadakan untuk menyisir bagian tepi Yogyakarta. Diharapkan bisa meningkatkan capaian vaksinasi di pelosok yang saat ini masih kurang.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Tes usap Acak terhadap siswa SD dan SMP menunggu hasil tes usap siswa SMA selesai.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai melakukan tes usap secara acak kepada pelajar di sekolah-sekolah yang menyenggarakan pembelajaran tatap muka.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunung Kidul Dewi Irawaty mengatakan pada tahap pertama pihaknya melakukan tes usap terhadap 444 pelajar dari 11 Sekolah Menengah Atas (SMA) yang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

Baca Juga

"Sampai saat ini, kami belum menerima laporan atas hasil tes usap secara acak terhadap pelajar SMA. Kemungkinan akan keluar pekan depan, karena tes usap baru dilaksanakan akhir pekan kemarin," kata Dewi.

Ia mengatakan pihaknya juga akan melakukan tes usap acak untuk pelajar tingkat SD dan SMP. Namun, akan dilakukan secara bertahap menunggu tes usap tingkat SMA selesai.

"Akan kami lakukan secara bertahap untuk tes usap acak terhadap pelajar ini," kata Dewi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunung Kidul Kiswara mengatakan tes usap secara acak terhadap pelajar ini sebagai hal yang perlu dilakukan.

"Nantinya hasil tes usap ini bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam pelaksanaan PTM. Salah satunya memetakan wilayah kerawanan Covid-19 di lingkungan sekolah," katanya.

Meski demikian, ia menyatakan pihaknya belum tahu pasti kapan pelaksanaan tes usap acak bagi pelajar jenjang SD-SMP dilakukan. Disdikpora masih menunggu informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes).

"Kami siap memobilisasi pelajar kalau memang nantinya dibutuhkan," katanya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA