Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Tambah 111 Kasus Baru, DKI Masih Penyumbang Tertinggi

Senin 22 Nov 2021 06:00 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Bilal Ramadhan

Seorang petugas medis melalukan tes SWAB PCR kepada seorang pasien di TrihaLab Jakarta, usai diresmikan pengoperasiannya, Sabtu (20/11). TrihaLab merupakan laboratorium molekular biologi yang berfokus pada diagnosis COVID-19. Foto: Darmawan/Republika

Seorang petugas medis melalukan tes SWAB PCR kepada seorang pasien di TrihaLab Jakarta, usai diresmikan pengoperasiannya, Sabtu (20/11). TrihaLab merupakan laboratorium molekular biologi yang berfokus pada diagnosis COVID-19. Foto: Darmawan/Republika

Foto: REPUBLIKA
Jumlah yang diperiksa Satgas secara nasional masih di kisaran 239.180 spesimen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 17.138 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 16.109 orang dites PCR hingga Ahad (21/11) sore untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 111 positif dan 15.998 negatif.

Pihaknya menambahkan, vaksinasi Covid-19 memang hanya mengurangi dampak keterpaparan dan berisiko menularkan kasus baru jika abai pada protokol kesehatan. Hal itu, kata dia, bisa dilihat langsung pada kasus positif yang masih fluktuatif dan kini naik. 

“Butuh kerja bersama untuk memutus rantai penularan ini,” kata Dwi dalam keterangannya, Ahad (21/11) sore.

Dia menyampaikan, sejauh ini tes PCR DKI Jakarta dilakukan setiap pekannya minimal 10.645 orang. Sehingga, target yang ditetapkan WHO sebanyak seribu orang dalam setiap pekannya, ditegaskan Dwi jauh terlampaui DKI.

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 101.331 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 681.433 per sejuta penduduk," terangnya.

Dia menambahkan, jumlah kasus aktif di Jakarta turun sebanyak 10 kasus di waktu yang sama. Sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini 496 (orang yang masih dirawat atau isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 863.456 kasus.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 849.386 dengan tingkat kesembuhan 98,4 persen, dan total 13.574 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4 persen.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 0,7 persen. Diketahui, jumlah kasus positif di DKI itu menjadi penyumbang terbesar bagi Indonesia dari setiap provinsinya. Jumlah positif 111 itu hanya turun tiga kasus dari hari sebelumnya, sekitar 114 kasus baru Covid-19.

Berdasarkan data Satgas Nasional, angka positif di DKI ini jauh lebih tinggi dibanding provinsi lain seperti Jawa Barat (36 kasus), Nusa Tenggara Timur (35 kasus), Jawa Timur (22 kasus), dan Jawa Tengah (20 kasus). Provinsi sisanya, hanya mencatatkan di bawah 20 kasus dalam seharian.

Kendati demikian, jumlah spesimen yang diperiksa Satgas secara nasional masih di kisaran 239.180 spesimen. Riza, mengatakan, pihaknya mendukung penuh keputusan Pemerintah Pusat soal pembatalan cuti bersama saat libur Natal dan Tahun Baru nanti.

Menurutnya, bagi DKI Jakarta, hal itu menjadi sangat penting, khususnya, ketika selalu ada lonjakan kasus di DKI setiap libur panjang tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA