Senin 22 Nov 2021 05:05 WIB

Lembaga HAM Laporkan Ribuan Anak Palestina Ditahan Israel

Anak-anak Palestina mengalami penyiksaan psikologis selama penahanan

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih
 Dalam foto yang disediakan oleh Layanan Penjara Israel, sebuah lubang di lantai terlihat setelah enam tahanan Palestina melarikan diri dari penjara Gilboa di Israel utara, Senin, 6 September 2021. Pasukan Israel pada Senin melancarkan perburuan besar-besaran di Israel utara dan menduduki Tepi Barat setelah para tahanan melarikan diri semalam dari fasilitas keamanan tinggi dalam pelarian yang sangat langka.
Foto: AP/Israeli Prisons Service
Dalam foto yang disediakan oleh Layanan Penjara Israel, sebuah lubang di lantai terlihat setelah enam tahanan Palestina melarikan diri dari penjara Gilboa di Israel utara, Senin, 6 September 2021. Pasukan Israel pada Senin melancarkan perburuan besar-besaran di Israel utara dan menduduki Tepi Barat setelah para tahanan melarikan diri semalam dari fasilitas keamanan tinggi dalam pelarian yang sangat langka.

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Kelompok hak asasi Palestina, Masyarakat Tahanan Palestina, melaporkan pada Sabtu (20/11), pasukan Israel menahan 1.149 anak-anak Palestina sejak awal tahun ini. Sebagian besar anak-anak yang ditahan telah dibebaskan.

Lembaga itu menyatakan,160 dari mereka masih mendekam di penjara Ofer, Damoun, dan Megiddo. Setidaknya, dua pertiga dari anak-anak yang ditangkap mengalami beberapa bentuk penyiksaan fisik. Sementara mereka semua mengalami penyiksaan psikologis selama penahanan, dikutip dari Anadolu Agency.

Baca Juga

Sejak 2000, Masyarakat Tahanan Palestina menyatakan, Israel telah menangkap setidaknya 19 ribu anak di bawah umur Palestina berusia antara 10 hingga 18 tahun. Laporan ini dirilis bertepatan dengan perayaan Hari Anak Sedunia.

Laporan ini bersamaan dengan pengembalian jenazah Amjad Abu Sultan oleh tentara Israel. Sosok berumur 14 tahun ini terbunuh bulan lalu saat diduga melemparkan bom api di Tepi Barat yang diduduki.

Israel setuju mengembalikan jenazah Abu Sultan pada Jumat (19/11) dengan alasan kemanusiaan. Abu Sultan masih di bawah umur ketika melakukan dugaan serangannya.

Sebelumnya, jenazah Abu Sultan tertukar dengan jenazah lain ketika pertama kali dikembalikan. Tentara Israel kemudian meminta maaf atas kesalahan itu sedang melakukan peninjauan atas kejadian tersebut. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement