Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

NASA Rencana Tempatkan Reaktor Nuklir di Bulan

Ahad 21 Nov 2021 05:50 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Andi Nur Aminah

(Foto: ilustrasi NASA)

(Foto: ilustrasi NASA)

Foto: Wallpaper Flare
NASA membangun sumber daya yang tidak bergantung pada matahari untuk misi ke bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, BOISE -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan menempatkan pembangkit listrik fisi nuklir di bulan. NASA dan laboratorium penelitian nuklir federal utama negara itu mengajukan permintaan proposal untuk sistem tenaga permukaan fisi pada Jumat (19/11).

NASA bekerja sama dengan Laboratorium Nasional Idaho Departemen Energi AS untuk membangun sumber daya yang tidak bergantung pada matahari untuk misi ke bulan pada akhir dekade ini. "Menyediakan sistem daya tinggi yang andal di bulan adalah langkah vital berikutnya dalam eksplorasi ruang angkasa manusia, dan mencapainya ada dalam genggaman kami," kata  pimpinan Proyek Tenaga Permukaan Fission di lab, Sebastian Corbisiero, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga

Jika berhasil mendukung keberadaan manusia yang berkelanjutan di bulan, tujuan berikutnya adalah Mars. NASA mengatakan kekuatan permukaan fisi dapat memberikan kekuatan yang melimpah dan berkelanjutan tidak peduli kondisi lingkungan di bulan atau Mars.

"Saya berharap sistem tenaga permukaan fisi akan sangat bermanfaat bagi rencana kami untuk arsitektur daya untuk bulan dan Mars dan bahkan mendorong inovasi untuk digunakan di Bumi," ujar administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Teknologi Luar Angkasa NASA, Jim Reuter.

Reaktor akan dibangun di Bumi dan kemudian dikirim ke bulan. Rencana yang diajukan untuk sistem tenaga permukaan fisi harus mencakup teras reaktor berbahan bakar uranium, sistem untuk mengubah tenaga nuklir menjadi energi yang dapat digunakan. Sistem manajemen termal untuk menjaga reaktor tetap dingin, dan sistem distribusi yang menyediakan tidak kurang dari 40 kilowatt listrik kontinu tenaga listrik selama 10 tahun di lingkungan bulan.

Beberapa persyaratan lain termasuk bahwa rekator itu mampu mematikan dan menghidupkan dirinya sendiri tanpa bantuan manusia. Benda itu dapat beroperasi dari dek pendarat bulan dan dapat dipindahkan dari pendarat serta dijalankan pada sistem bergerak untuk diangkut ke situs bulan yang berbeda untuk operasi.

Selain itu, ketika diluncurkan dari Bumi ke bulan, reaktor harus muat di dalam silinder berdiameter empat meter yang panjangnya enam meter. Beratnya tidak boleh lebih dari 6.000 kilogram. Permintaan proposal adalah untuk desain sistem awal dan harus diserahkan paling lambat 19 Februari.

Laboratorium Nasional Idaho telah bekerja dengan NASA pada berbagai proyek di masa lalu. Baru-baru ini, lab membantu memberi daya pada penjelajah Mars NASA, Perseverance dengan sistem tenaga radioisotop, yang mengubah panas dihasilkan oleh peluruhan alami plutonium-238 menjadi tenaga listrik.

Penjelajah seukuran mobil mendarat di Mars pada Februari dan tetap aktif di planet merah. Departemen Energi juga telah bekerja untuk kerja sama bisnis swasta dalam berbagai rencana tenaga nuklir. Terutama pada pembangkit listrik generasi baru yang lebih kecil yang berkisar dari reaktor modular kecil hingga reaktor bergerak kecil yang dapat dengan cepat dipasang di lapangan dan kemudian dipindahkan, ketika tidak dibutuhkan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA