Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

NATO Mau Pemerintah Baru Jerman Dukung Strategi Cegah Nuklir

Sabtu 20 Nov 2021 20:37 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg

Foto: EPA
Jerman memiliki tanggung jawab khusus untuk menjaga NATO tetap kuat.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) meminta pemerintah koalisi baru Jerman untuk mendukung strategi pencegahan nuklir oleh aliansi tersebut.  NATO khawatir kebijakan pemerintahan baru jerman yang merupakan koalisi anatar Partai Sosial Demokrat, Partai Hijau, dan Partai Demokrat Liberal akan bertentangan dengan kebijakan pencegahan ancaman nuklir NATO.

“Tujuan kami adalah dunia yang bebas dari senjata nuklir. Tetapi selama orang lain memilikinya, NATO juga harus memilikinya,” kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di Berlin pada Jumat.

Baca Juga

Berbicara kepada sekelompok pakar kebijakan luar negeri, politisi, dan jurnalis di Asosiasi Atlantik Jerman, Stoltenberg mengatakan Jerman memiliki tanggung jawab khusus untuk menjaga NATO tetap kuat. “Dan saya mengandalkan Jerman untuk tetap berkomitmen pada pembagian nuklir NATO. Ini adalah jaminan keamanan utama kami,” tutur dia.

Dia mengingatkan bahwa beberapa tahun belakangan Rusia telah berinvestasi besar-besara terakhir dalam kemampuan militer, termasuk senjata nuklir baru yang canggih.

Laporan media sebelumnya berspekulasi bahwa pemerintah baru Jerman mungkin mengambil langkah-langkah menuju penarikan bom nuklir AS yang ditempatkan di negara itu sebagai bagian dari pengaturan NATO.

Stoltenberg mengatakan senjata nuklir yang ditempatkan di Eropa memberikan payung nuklir yang efektif kepada sekutu.  “Dan mereka adalah sinyal penting persatuan Sekutu melawan musuh bersenjata nuklir. Jadi pengaturan pembagian nuklir NATO sangat penting bagi Eropa,” katanya.

Jerman menempatkan 20 bom nuklir B61 AS di Pangkalan Udara Buechel sebelah barat daya Jerman, sebagai bagian dari doktrin pencegahan ancaman nuklir NATO.

Stoltenberg mengatakan bahwa jika pemerintah baru Jerman menarik diri dari pengaturan pembagian nuklir NATO, maka aliansi tersebut akan mencari alternatif lain dan menyebarkan senjata ini di negara lain di Eropa Timur.

"Sebagai Jerman, Anda tentu dapat memutuskan apakah akan ada senjata nuklir di negara Anda. Tapi, alternatifnya adalah kita dengan mudah berakhir dengan senjata nuklir di negara lain di Eropa, juga di timur Jerman," ujar dia.

Baca juga,  https://www.aa.com.tr/id/dunia/nato-minta-pemerintah-baru-jerman-dukung-pencegahan-nuklir/2425857.

Partai Hijau telah lama berargumen bahwa negara itu harus bebas dari senjata nuklir, dan menginginkan Jerman untuk bergabung dengan perjanjian larangan senjata nuklir PBB. Anggota senior Sosial Demokrat juga secara terbuka menentang penyebaran senjata nuklir AS di wilayah Jerman.

Demokrat Bebas, sementara itu, mendukung inisiatif perlucutan senjata nuklir, tetapi bersikeras bahwa setiap keputusan penarikan senjata nuklir AS dari Jerman harus dikoordinasikan dengan sekutu NATO.

sumber : Anadolu
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA