Jumat 19 Nov 2021 12:48 WIB

Relawan di Bogor Deklarasi Dukung Anies Maju di Pilpres 2024

Anies dianggap memiliki kecakapan kepemimpinan Indonesia yang religius dan cerdas.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.
Foto: Dok Pemprov DKI
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Relawan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, mulai mendeklarasikan dukungan kepada tokohnya untuk maju pada Pilpres 2024. Menurut koordinator relawan Bersama Anies Kami Siap (Beraksi), Gunawan Zulkarnaen, dalam pernyataan pers yang diterima di Bogor, Jumat (19/11), relawan Beraksi terdiri atas berbagai latar belakang dan usia.

Mereka ada yang bekerja di bidang pertanian, peternak, UMKM, ekonomi kreatif, buruh, perempuan, dan milenial. Gerakan itu telah berdeklarasi pada Kamis (18/11) yang didirikan untuk dukungan terhadap Baswedan maju Pilres 2024 dari Jawa Barat (Jabar), dan akan dikembangkan ke provinsi lain.

Baca Juga

Deklarasi awal dilakukan di Bogor dan direncanakan hingga menyebar di kota dan kabupaten lain Jabar. Zulkarnaen mengatakan, Anies memang belum mendeklarasikan diriakan maju dalam konstelasi Pemilu 2024. Tetapi, kata dia, dengan dukungan yang terus mengalir bukan tidak mungkin akan mendorong Anies untuk mantap menjajaki pertarungan politik ke depan.

Apalagi, Anies lahir di Kuningan, Jabar pada 7 Mei 1969. "Persiapan deklarasi ini sangat didesak waktu, tapi Alhamdulillah panitia bisa bekerja secara baik," katanya.

Dia menyampaikan, Anies dianggap memiliki kecakapan dalam kepemimpinan Indonesia yang religius dan cerdas. Pendukung gerakan Beraksi, klaim dia, berharap Anies dapat melakukan reformasi birokrasi dan perbaikan dari berbagai sisi pemerintahan.

"Setelah deklarasi hari ini kami akan bergerak ke pelosok Bogor dan wilayah lain di Indonesia guna menularkan semangat mendukung Mas Anies," kata Zulkarnaen.

Salah satu anggota gerakan Beraksi, Afgan, mengatakan, sebagai kaum milenial, ia berharap jagonya itu bisa memberikan terobosan birokrasi dari manual ke digitalisasi yang semakin masif. "Milenial kan suka yang sederhana, makanya harus menyesuaikan dengan jaman yang serba digital," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement