Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Susah Tidur Bisa Jadi Tanda Peringatan Silent Killer

Jumat 19 Nov 2021 08:58 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Susah tidur (Ilustrasi). Di antara berbagai penyebab susah tidur, ada silent killer yang mungkin menjadi biang keladinya.

Susah tidur (Ilustrasi). Di antara berbagai penyebab susah tidur, ada silent killer yang mungkin menjadi biang keladinya.

Foto: Republika/Wihdan
Sulit tidur bisa terjadi karena berbagai sebab.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang berjuang untuk bisa tidur pada malam hari. Di antara banyak penyebab susah tidur, dokter mengingatkan bahwa itu juga bisa menjadi tanda peringatan adanya silent killer.

Sekitar 40 persen orang Inggris diperkirakan menderita kadar kolesterol tinggi atau batas tinggi. Obat-obatan untuk kondisi itu sebelumnya diketahui menelan biaya National Health Service (NHS) sekitar 16,7 juta pound (sekitar Rp 320 miliar) setahun.

Baca Juga

Kolesterol tinggi terjadi ketika orang memiliki terlalu banyak zat lemak dalam darah. NHS menyatakan, kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala.

Satu-satunya cara dapat mengetahui kadar kolesterol adalah melalui tes. Hal-hal seperti usia, berat badan, dan kondisi lain, misalnya tekanan darah tinggi atau diabetes, juga dapat berkontribusi pada risiko kolesterol tinggi.

Pimpinan klinis di The Independent Pharmacy, Don Grant, mengatakan bahwa penelitian sebelumnya telah menunjukkan kaitan antara masalah tidur dan kolesterol tinggi. Dia menjelaskan bahwa Michael Grandner, direktur Program Penelitian Tidur dan Kesehatan di University of Arizona mencatat hubungan itu dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Sleep Journal pada 2014.

Pasien yang berpartisipasi dalam penelitian ini dinilai dari kebiasaan gaya hidup, durasi tidur, dan apakah mereka mendengkur atau tidak. Tingkat lipid mereka juga diukur, dan inilah yang menunjukkan kadar kolesterol baik dan jahat.

Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam setiap malam lebih mungkin memiliki kadar LDL tinggi. Ini merupakan kolesterol jahat.

Kolesterol tinggi memiliki hubungan dengan penyakit jantung. Para peneliti mengatakan penelitian itu mengonfirmasi bahwa kurang tidur terkait dengan hal ini.

Namun, Grandner menyatakan, tidak jelas apakah kondisi sulit tidur ini disebabkan oleh sebab dan akibat atau apakah hubungan dengan tidur dan kolesterol itu hanya kebetulan. Tes darah tentu menjadi alternatif lebih baik daripada orang mengetahui mereka memiliki kolesterol tinggi ketika mengalami serangan jantung atau strok.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA