Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Kegiatan Ekspor Pelabuhan Patimban Ditargetkan  Desember

Jumat 19 Nov 2021 08:20 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Agus Yulianto

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pada Kamis (18/11), mendampingi Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meninjau Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pada Kamis (18/11), mendampingi Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meninjau Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Foto: Humas Hubla
Kepadatan Jakarta akan berkurang karena ada kawasan industri di sekitar Patimban.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKRTA -- Pemerintah menargetkan kegiatan ekspor di Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat dapat dilakukan pada Desember 2021. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, peralihan operator pada pelabuhan yang dikerjasamakan dengan Jepang tersebut dilakukan pada 16 Desember 2021.

“Setelah serah terima dilakukan, diharapkan pada 17 Desember 2021 sudah dimulai kegiatan ekspor di pelabuhan ini,” kata Budi dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (18/11) malam.

Pelabuhan Patimban sebelumnya dikelola sementara oleh Kemenhub dengan memberikan penugasan kepada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Selanjutnya akan diserahterimakan kepada PT Pelabuhan Patimban Indonesia (PPI) dan Toyota Tsusho Corporation.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Pelabuhan Patimban akan menjadi cikal bakal kawasan industri dan perkotaan baru di Jawa Barat bernama Rebana (Cirebon, Subang, Patimban, dan Kertajati) Metropolitan. Kawasan tersebut meliputi enam kabupaten dan satu Kota Cirebon dengan jantung pertumbuhan kawasan Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati. 

"Kawasan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di Provinsi Jawa Barat," tutur Luhut. 

Selain itu, Pelabuhan Patimban juga dapat memangkas waktu tempuh distribusi dari kawasan industri ke pelabuhan. Luhut menuturkan, pelabuhan tersebut juga akan menciptakan sekitar 4,3 juta peluang pekerja pada 2030 yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. 

"Kita juga berharap, kepadatan di Jakarta akan berkurang karena ada kawasan industri di sekitar Pelabuhan Patimban. Sehingga, tidak perlu ke Priok, tetapi bisa langsung ke Pelabuhan Patimban,” ungkap Luhut. 

Sejak bulan Januari hingga November 2021, kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Patimban mencapai total 12.335 unit kendaraan. Kegiatan tersebut diangkut oleh sembilan kapal dengan rute Patimban-Belawan dan Patimban-Makassar. Kesembilan kapal tersebut yaitu Ferrindo 5, Serasi V, MV Ostina, Kalimantan Leader, Harmoni Mas 3, Serasi I, Harmoni Mas 8, MV Sulawesi Leader, dan KM Panorama Nusantara. 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA