Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

BI: Oktober, Transaksi Uang Elektronik Tumbuh 55,54 Persen

Kamis 18 Nov 2021 19:00 WIB

Red: Nidia Zuraya

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Foto: Dok. Bank Indonesia
BI terus memastikan ketersediaan uang di seluruh wilayah Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi ekonomi menggunakan uang elektronik pada Oktober 2021 telah mencapai Rp29,23 triliun atau tumbuh 55,54 persen (yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan itu juga disertai nilai transaksi digital banking yang mencapai Rp3.910,25 triliun atau tumbuh 63,31 persen (yoy).

"Transaksi ekonomi dan keuangan digital tumbuh pesat seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking," katanya dalam jumpa pers virtual RDG di Jakarta, Kamis (18/11).

Baca Juga

Ia juga memaparkan nilai transaksi pembayaran non tunai menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit telah mencapai Rp 664,26 triliun atau tumbuh 6,37 persen (yoy).Pencapaian ini, lanjut Perry, juga diperkuat dengan perluasan ekosistem QRIS yang telah melampaui target tahun 2021 dan mencapai 12,5 juta merchant pada pertengahan November 2021.

"Pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi dan sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, Kementerian/Lembaga, asosiasi/organisasi dan industri, serta seluruh elemen masyarakat," katanya.

Perry memastikan BI akan terus melakukan akselerasi program-program digitalisasi sesuai BSPI 2025 untuk integrasi ekonomi keuangan digital dan inklusi ekonomi keuangan, serta mendukung pemulihan ekonomi nasional. Sementara itu, pada sisi uang tunai, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Oktober 2021 telah mencapai Rp 854,3 triliun atau meningkat 5,9 persen (yoy) dibandingkan periode sama 2020.

"Bank Indonesia juga terus memastikan ketersediaan uang di seluruh wilayah Indonesia, serta melakukan digitalisasi pengelolaan uang Rupiah dan edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah," kata Perry.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA