Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Mahfud: Kerja Sama Ulama dan Pemerintah Penting

Kamis 18 Nov 2021 20:00 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Muhammad Hafil

Menko Polhukam Mahfud Md memberkan sambutan saat menghadiri Peluncuran Buku karya KH Nasaruddin Umar sekaligus Doa Bersama untuk Bangsa di Jakarta, Jumat (5/11). Kegiatan ini dimaksudkan sebagai doa dan upaya mendokumentasikan secara utuh segenap karya dan pemikiran Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus juga peganugrahan MURI kepada KH Nasaruddin Umar sebagai penulis kolom terbanyak secara berkesinambungan.Prayogi/Republika

Menko Polhukam Mahfud Md memberkan sambutan saat menghadiri Peluncuran Buku karya KH Nasaruddin Umar sekaligus Doa Bersama untuk Bangsa di Jakarta, Jumat (5/11). Kegiatan ini dimaksudkan sebagai doa dan upaya mendokumentasikan secara utuh segenap karya dan pemikiran Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus juga peganugrahan MURI kepada KH Nasaruddin Umar sebagai penulis kolom terbanyak secara berkesinambungan.Prayogi/Republika

Foto: Prayogi/Republika.
Ulama memberikan bimbingan moral kepada pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan, kerja sama antara pemerintah dan ulama sangat penting untuk menjaga negara. Sehingga tugas-tugas diniyah, dalam arti menjaga kebebasan beribadah dan beragama serta tugas menjaga bangsa (wathoniah) menjadi sinkron.

Hal ini Mahfud sampaikan saat menjadi narasumber dalam acara Silaturrahmi Ulama, Umaro, TNI, Polri dan tokoh lintas agama yang digelar Jami’iyyah Ahlith THariqah al- Mu’tabarah an-Nahdiliyyah (Jatman), Kamis (18/11). Acara ini diinisiai oleh Ketua Jatman Habib Luthfi Bin Yahya.

Baca Juga

“Jadi disini menjadi terlihat betapa ulama, dan umaro, TNI, Polri, Kemenko Polhukam dan pemerintah pada umumnya bekerjasama dengan ulama menjadi penting. Karena ulama memberi bimbingan-bimbingan moral, baik kepada pemerintah maupun kepada rakyat,” kata Mahfud.

Mahfud menjelaskan dalam negara terdapat tiga unsur, yaitu rakyat, pemerintah dan wilayah. Kemudian, ditengah rakyat terdapat ulama yang menjembatani dan berperan dalam membimbing rakyat.

“Di sini peran ulama menjembatani antara pemerintah dan rakyat yang kadangkala itu ada perbedaan, antara kebijakan dan tanggapan rakyat, ulama bisa menasehati pemerintah. Tapi juga juga bisa memberi nasihat pada rakyat,” jelas dia.

Ia pun kembali menekankan bahwa pemerintah tidak anti kritik. Namun, pemerintah justru membuka pintu terhadap kritik yang masuk.

“Pemerintah selalu membuka diri untuk dikritik, karena pemerintah juga manusia, yang pasti punya khilaf dan salah. Kritik menuju jalan kebaikan. Silakan kritik pemerintah, kita tidak pernah anti kritik, tetapi beri kesempatan juga bagi pemerintah untuk menjawab kritik dengan data,” jelasnya.

Mahfud juga mengajak para ulama untuk bekerjasama dengan pemerintah. Menurut dia, Islam pada dasarnya mayoritas menganut Islam wasathiyah yang bisa menerima perbedaan, dan bekerjasama dengan siapa saja untuk kemajuan bersama. 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA