Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Bulog NTB Kirim 25.200 Ton Beras ke Tiga Provinsi

Kamis 18 Nov 2021 16:33 WIB

Red: Fuji Pratiwi

Stok beras Bulog. Bulog NTB mengirim beras ke tiga provinsi.

Stok beras Bulog. Bulog NTB mengirim beras ke tiga provinsi.

Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Beras yang dikirim tersebut berkaitan dengan program pemerataan stok nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengirim sebanyak 25.200 ton beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tiga provinsi yang produksi padinya relatif rendah.

"Kami sudah mengirim beras ke Nusa Tenggara Timur sebanyak 18.200 ton, Bali sebanyak 4.000 ton, dan Sumatra Utara sebanyak 3.000 ton," kata Pimpinan Wilayah Bulog NTB Abdul Muis S Ali, di Mataram, NTB, Kamis (18/11).

Baca Juga

Abdul mengatakan, beras yang dikirim ke tiga provinsi tersebut berkaitan dengan program pemerataan stok nasional dan untuk memenuhi program Bantuan Beras Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (BB-PPKM). Menurut Abdul, pengiriman beras untuk pemerataan stok nasional masih terus berlanjut, sehingga Bulog juga terus memelihara ketersediaan di gudang-gudang yang tersebar di Lombok dan Sumbawa.

"Kami kembali mendapatkan tugas untuk pengiriman beras sebanyak 9.500 ton tujuan NTT, sekarang masih dalam proses dokumen dan persiapan angkutan," ujar Abdul.

Ia menegaskan, kegiatan pemerataan stok beras tersebut tidak akan mengganggu kebutuhan beras di NTB. Sebab, stok setara beras yang tersimpan di gudang masing-masing unit kerja Perum Bulog Wilayah NTB, sebanyak 29.549 ton. Semuanya tersebar di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, dan Kota Mataram.

Sementara di gudang unit kerja Kantor Cabang Bulog Lombok Timur tersimpan sebanyak 13.270 ton beras, sedangkan di Kantor Cabang Bulog Sumbawa, tersimpan sebanyak 29.187 ton, dan di Bima sebanyak 8.345 ton setara beras. "Jumlah stok beras yang tersimpan di gudang Bulog yang ada di Lombok dan  Sumbawa cukup untuk kebutuhan hingga 49 bulan ke depan. Kami juga terus melakukan pengadaan gabah dan beras," ujarnya.

Abdul berharap dengan adanya program pemerataan stok beras nasional tersebut bisa menjadi ruang gerak bagi Bulog Wilayah NTB untuk memasarkan hasil produksi petani NTB yang dikenal berkualitas bagus. "Kami ditugaskan pemerintah untuk menyerap gabah dan beras petani, di satu sisi kami juga harus menjual kembali agar gabah atau beras yang menumpuk di gudang tidak mengalami kerusakan," kata dia.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA