Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Pengamat: Dudung Jadi KSAD karena Megawati Merasa Nyaman

Rabu 17 Nov 2021 18:39 WIB

Red: Indira Rezkisari

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri) memberikan ucapan selamat kepada Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman (kedua kanan) usai pelantikan di Istana Negara Jakarta, Rabu(17/11/2021). Jenderal TNI Dudung Abdurachman resmi menjabat Kasad menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa yang diangkat menjadi Panglima TNI.

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri) memberikan ucapan selamat kepada Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman (kedua kanan) usai pelantikan di Istana Negara Jakarta, Rabu(17/11/2021). Jenderal TNI Dudung Abdurachman resmi menjabat Kasad menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa yang diangkat menjadi Panglima TNI.

Foto: ANTARA FOTO/HO/Setpres-Agus Suparto
Sikap tegas Dudung hadapi elemen intoleransi menarik perhatian Istana.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Rizky Suryarandika, Dessy Suciati Saputri, Erik Purnama Putra

Presiden Joko Widodo melantik Jenderal TNI Dudung Abdurachman sebagai KSAD menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa yang naik posisi sebagai panglima TNI di Istana Negara pada Rabu (17/11). Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menganalisis setidaknya ada empat alasan terpilihnya Dudung di kursi nomor satu TNI Angkatan Darat.

Baca Juga

Pertama, dari segi regulasi memang perwira bintang tiga seperti Dudung yang bisa naik jabatan menjadi KSAD (bintang empat). Kedua, hal ini terkait Dudung yang lebih muda dari segi angkatan militer dibanding Andika.

"Karena panglima sekarang (angkatan) 87 berarti KSAD itu bagus kalau lebih muda angkatan 88 atau 89 misalnya. Kan yang penuhi angkatan itu Pak Dudung ketimbang Wakasad (Letjen TNI Bakti Agus Fadjari) yang angkatan 87 sama dengan Panglima," kata Qodari dalam keterangannya, Rabu (17/11).

Selanjutnya, Qodari menyebut Dudung menunjukkan keberanian dan sikap tegas menghadapi elemen intoleransi hingga menarik perhatian pihak Istana. Contohnya keberanian Dudung mencopot atribut FPI saat menjabat pangdam Jaya.

"Kita tahu Habib Rizieq Shihab sudah cegah Dudung jadi KSAD dengan keluarkan sikap boikot Dudung, tapi ini malah perkuat peluang Dudung jadi KSAD," ujar Qodari.

Terakhir, Qodari menyampaikan, Dudung merupakan menantu Mayjen Purn Kholid Ghozali. Kholid dikenal dekat dengan mendiang Taufik Kiemas. Alhasil, wajar bila Dudung masuk dalam radar penguasa.

"Keluarga Mega (Ketum PDIP Megawati) dan Dudung kenal lama. Semua variabel itu buat pilihan akhirnya ke Pak Dudung," ujar Qodari.

Qodari optimistis Dudung bakal melaksanakan tugas sebagai KSAD dengan baik. "Beliau akan jaga ada untuk murni pada garis NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan tidak terpengaruh elemen radikal atas nama agama," kata Qodari.

Pengamat intelijen dan militer, Susanintyas Nefo Handayani Kertopati, menyebut Dudung memiliki kemampuan baik dalam menghadapi peperangan hibrida. "Yang bersangkutan mampu membaca ancaman baik radikalisme maupun separatisme," kata Nuning saat dihubungi Republika, Rabu.

Menurut dia, secara ideal, KSAD diharapkan memiliki kemampuan manajemen tempur dan diplomasi militer yang andal. Dia juga mempunyai pengetahuan intelijen serta cukup memahami perkembangan teknologi pertahanan baru, termasuk siber.

"Membangun TNI yang mampu melaksanakan interoperabilitas dan kualitas prajurit TNI dalam hadapi perang siber juga harus ditingkatkan untuk mengawaki teknologi militer terkini, seperti pemanfaatan unmanned system, baik berupa robot maupun artificial intelligent, dan cyber defense," kata Nuning.

Baca juga : KSAD Dudung: Angkatan Darat Siap Bantu Pemerintah

Dia menyebut, Dudung memiliki tugas mengembangkan lingkungan strategis TNI di tataran regional dan global. Selain itu, wajib meningkatkan fungsi diplomasi pertahanan di tingkat internasional. "Oleh karenanya, dibutuhkan sosok KSAD yang memiliki dampak penangkalan bagi petinggi militer internasional, seperti halnya tuntutan panglima TNI," kata dosen Universitas Pertahanan (Unhan) tersebut.

photo
Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman memimpin Upacara Pemberangkatan Latihan Antar Kecabangan (Ancab) Brigif Raider 13 Divisi Infanteri 1 Kostrad TA 2021 di Pelabuhan Merak Cilegon, Banten, Rabu (03/11/2021). - (Penkostrad)

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA