Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Ahli: Dengan Vaksin Booster, AS Capai Endemi Musim Semi 2022

Rabu 17 Nov 2021 15:06 WIB

Red: Reiny Dwinanda

 Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases, mengungkapkan syarat mencapai endemi Covid-19.

Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases, mengungkapkan syarat mencapai endemi Covid-19.

Foto: AP/Alex Brandon
Fauci menyebut, vaksin booster Covid-19 menjadi sarana penting capai endemi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pakar penyakit menular terkemuka Amerika Serikat dr Anthony Fauci pada Selasa (16/11) mengatakan bahwa krisis kesehatan luar biasa saat ini dapat menurun menjadi endemi Covid-19 tahun depan. Itu bisa terjadi jika pemerintah meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19.

"Vaksin booster (penguat) Covid-19 menjadi sarana penting untuk mencapai ke titik itu," kata Fauci saat wawancara di konferensi Reuters Total Health yang digelar secara virtual selama 15-18 November.

Baca Juga

"Lihat apa yang sedang dilakukan negara-negara lain saat ini tentang mengadopsi kampanye booster secara virtual bagi semua orang. Saya rasa, jika kita melakukannya dan menjalaninya dengan sungguh-sungguh, saya kira musim semi nanti kami sudah dapat mengendalikan (virus) ini dengan baik," kata Fauci.

Menurut Fauci, untuk sampai pada level endemi, suatu negara harus mencapai tingkat infeksi yang sangat rendah. Dengan begitu, kasus Covid-19 tidak berdampak pada masyarakat, kehidupan masyarakat, dan ekonomi.

"Orang-orang masih akan tertular. Orang-orang mungkin masih bisa dirawat di rumah sakit, namun tingkatnya sangat rendah sehingga kami tidak berlarut-larut memikirkannya dan tidak berpengaruh pada apa yang kami lakukan.

Untuk mencapai ke titik itu, menurut Fauci, butuh lebih banyak penerima vaksin dan penerima booster. Ia mengatakan, andaikan AS menyediakan vaksin booster bagi siapa saja, kemungkinan negara itu dapat mengendalikan virus corona pada musim semi 2022.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA