Monday, 21 Jumadil Akhir 1443 / 24 January 2022

Vaksinasi Lansia Masih Rendah, Ini Kendalanya

Selasa 16 Nov 2021 22:50 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Daerah mengejar target vaksinasi Covid-19 lansia (ilustrasi).

Daerah mengejar target vaksinasi Covid-19 lansia (ilustrasi).

Foto: Republika/Thoudy Badai
Di beberapa daerah, capaian vaksinasi lansia belum mencapai target 60 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG PINANG — Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, mengatakan capaian vaksinasi lansia di empat daerah di provinsi tersebut masih rendah atau belum mencapai target 60 persen. Keempat provinsi yang dimaksud yakni Natuna, Anambas, Bintan, dan Karimun. 

Ansar menyebut sampai 14 November, daerah yang sudah melewati target 60 persen vaksinasi lansia adalah Tanjung Pinang, Batam, dan Lingga. "Sementara kabupaten yang lain masih harus bekerja keras menggencarkan vaksinasi bagi lansia," kata Ansar di Tanjung Pinang, Selasa (16/11).

Baca Juga

Dia mengimbau agar lansia di Kepri untuk segera divaksinasi. Vaksinasi adalah kunci utama untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat dari bahaya Covid-19. Vaksinasi bagi lansia, kata dia, juga menjadi indikator asesmen atau penilaian bagi levelisasi PPKM di daerah.

Pemerintah pusat akan menurunkan level bagi daerah yang sudah mencapai vaksinasi lansia di atas 60 persen. "Kami ingin semua daerah di Kepri dapat segera masuk level satu, sekarang kasus harian Covid-19 sudah sangat menurun. Hanya vaksinasi lansia saja yang menjadi kendala kita," ujarnya.

Selain itu, Ansar juga fokus menyelesaikan masalah kesimpangsiuran data, sehingga ditetapkan untuk menggunakan data vaksinasi di dashboard Komite Penangangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Sinkronisasi data menjadi masalah utama dalam percepatan vaksinasi lansia di Kepri. 

Di Kabupaten Lingga misalnya, terdapat beberapa Puskesmas yang masih mencatat manual data vaksinasi dan belum memasukkan data tersebut pada aplikasi PCare. Menyiasati hal tersebut, lanjut dia, Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga memanggil seluruh tenaga Puskesmas untuk memasukkan data yang awalnya dicatat menual ke aplikasi PCare. Hasilnya data vaksinasi lansia di Kabupaten Lingga dapat melesat dengan tajam.

"Kabupaten lain dapat mengikuti cara seperti di Lingga, mana saja Puskesmas yang masih mencatat secara manual segera panggil. Dudukkan masalah data ini, sehingga bisa jelas semuanya tercatat dalam aplikasi PCare," ujarnya.

Ansar mengingatkan tentang pentingnya capaian vaksinasi lansia, sebab pemerintah pusat mewacanakan tidak akan memberikan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun bagi daerah yang belum mencapai target 60 persen vaksinasi lansia. "Oleh karena itu, daripada masyarakat menyalahkan kami karena tidak memenuhi syarat, kami harus terus mengejar bersama vaksinasi lansia ini," ujarnya.

Dia menginstruksikan kepada kepala daerah di Kepri untuk melaksanakan vaksinasi lansia secara khusus tanpa mencampurkan agenda vaksinasi tersebut dengan kalangan lain, seperti masyarakat umum dan lainnya. Selain itu, meminta seluruh kepala daerah untuk menyiapkan data-data yang jelas terkait jumlah dan sasaran anak usia 6 sampai 11 tahun.

"Kalau pemerintah pusat sudah memberikan lampu hijau, tentu akan segera kami laksanakan. Sekarang kita persiapkan dulu data-datanya," kata Ansar.

Di Kendari, Sulawesi Tenggara, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terhadap lansia mengalami kendala karena banyak yang memiliki penyakit penyerta (komorbid). Kepala Dinas Kesehatan Kendari, Rahminingrum, mengatakan, saat ini cakupan vaksinasi dosis lengkap kepada kelompok lansia baru mencapai 38,96 persen atau 6.638 dari target 17.040 sasaran. 

"Hampir sebagian besar para lansia memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid yang tidak memungkinkan untuk dilakukan vaksinasi," kata dia.

Dinas Kesehatan Kendari mencatat cakupan vaksinasi bagi lanjut usia di daerah tersebut terbilang masih rendah, sedangkan ditargetkan kelompok tersebut dapat disuntik vaksin Covid-19 mencapai 60 persen. Rahminingrum mengatakan, selain memiliki komorbid, kendala lainnya yaitu masih banyak pihak keluarga yang tidak mengizinkan orang tua mereka untuk mendapat vaksin, serta ketakutan dari lansia itu sendiri.

Meski begitu, Dinas Kesehatan Kendari masih terus berupaya untuk meningkatkan cakupan vaksinasi lansia melalui edukasi dan sosialisasi ke masyarakat serta memberi pemahaman agar para lansia bersedia mengikuti vaksinasi. Dinas Kesehatan berharap semua pihak dapat memberi pemahaman kepada lansia sehingga Kota Kendari dapat memenuhi target kekebalan kelompok yang ditentukan pemerintah sebesar 70 persen.

"Mari ajak keluarga yang lansia untuk mengikuti vaksinasi Covid-19, baik orang tua, kerabat, karena mereka ini yang paling berisiko jika terpapar Covid-19," ujar Rahminingrum.

Selain itu, dia juga menekankan semua pihak tetap mematuhi protokol kesehatan saat menjalankan aktivitas sehari-hari utamanya memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan meski telah mengikuti vaksinasi hingga dosis lengkap. "Protokol kesehatan dan vaksinasi penting guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19 serta mencegah kembali meningkatnya kasus positif," kata Rahminingrum.

Kota Kendari saat ini nihil kasus aktif Covid-19 dari jumlah akumulatif per 16 November 2021 sebanyak 7.719 kasus. Semuanya telah sebuh sebanyak 7.624 orang dan jumlah pasien yang meninggal dunia sebanyak 95 orang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA