Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Berardi: Spirit Italia Masih Sama Seperti Saat Juara Eropa

Selasa 16 Nov 2021 16:50 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Israr Itah

Domenico Berardi dari Italia, kiri, mengambil bola melewati Corry Evans dari Irlandia Utara selama pertandingan sepak bola kualifikasi grup C Piala Dunia 2022 antara Irlandia Utara dan Italia di stadion Windsor Park di Belfast, Irlandia Utara, Senin, 15 November 2021.

Domenico Berardi dari Italia, kiri, mengambil bola melewati Corry Evans dari Irlandia Utara selama pertandingan sepak bola kualifikasi grup C Piala Dunia 2022 antara Irlandia Utara dan Italia di stadion Windsor Park di Belfast, Irlandia Utara, Senin, 15 November 2021.

Foto: AP/Peter Morrison
Italia menyia-nyiakan peluang lolos langsung ke Piala Dunia 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, BELFAST -- Pemain sayap Italia Domenico Berardi mengomentari situasi Gli Azzurri yang terlihat berada pada momen sulit. Skuad polesan Roberto Mancini belum bisa meraih tiket langsung ke Qatar. Italia finis di posisi kedua klasemen akhir Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa. Berardi dan rekan-rekan harus menjalani play-off dua babak untuk memperebutkan tiket putaran final turnamen.

Situasi sekarang sangat berbeda dengan empat bulan lalu. Sebelumnya Azzurri diagung-agungkan usai menjadi kampiun Benua Biru. Kini keadaan berbalik. Italia dituding banyak pihak kehilangan 'api' seperti yang ditunjukkan sebelumnya saat menjuarai Euro 2020. Namun Berardi membantahnya.

Baca Juga

"Semangatnya tetap sama. Ini momen sulit. Sayangnya bergitulah sepak bola. Terkadang keberuntungan tidak di pihak Anda," kata Berardi kepada RAI Sport, dikutip dari Football Italia, Selasa (16/11).

Anak asuh Mancini baru saja bermain imbang 0-0 dengan tuan rumah Irlandia Utara di Windsor Park, Belfast, Selasa dini hari WIB. Sepanjang 90 menit, kubu tamu mendominasi. Namun mereka gagal mencetak gol.

Berardi menegaskan Italia telah memberikan segalanya. Namun apa daya, hasil akhir belum berpihak pada Azzurri. Lini belakang lawan tampil disiplin meredam tekanan para gladiator Negeri Piza.

"Kami harus bersiap untuk play-off pada Maret (2022) dan melakukan semua yang mungkin agar bisa lolos," ujar Berardi.

Hasil imbang di Belfast membuat Italia mengantongi 16 poin dari delapan pertandingan. Gli Azzurri tertinggal dua angka dari Swiss di singgasana. Sang juara Eropa sebenarnya memiliki peluang finis di posisi teratas sepekan ke belakang. Syaratnya mengalahkan Swiss dan cukup bermain imbang kontra Irlandia Utara. Sayang, target tak tercapai.

Menengok lebih jauh lebih bikin sakit hati. Dalam dua pertemuan melawan Swiss, anak asuh Mancini mendapat hadiah penalti, tapi semuanya tak bisa berbuah gol. Saat itu kedudukan sedang imbang. Jika gol, kemenaangan di tangan Italia dan lawan kehilangan dua poin. Sayangnya, Jorginho yang menjadi algojo dalam dua kesempatan ity gagal menunaikan tugasnya dengan baik. Italia juga menyia-nyiakan peluang untuk merebut kemenangan ketika ditahan imbang Bulgaria di Florence.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA