Selasa 16 Nov 2021 16:09 WIB
...

Balapan Tertunda dan Saling Oper Tanggung Jawab di Mandalika

Persoalan petugas marshal adalah hal sepele, namun akan fatal jika tak bisa dipenuhi.

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Endro Yuwanto
Sejumlah pebalap Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) membawa motornya usai menyapa penonton di Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Ahad (14/11/2021). Pihak penyelenggara tidak menggelar balapan seri ketiga IATC di Sirkuit Mandalika pada Ahad (14/11) sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Sejumlah pebalap Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) membawa motornya usai menyapa penonton di Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Ahad (14/11/2021). Pihak penyelenggara tidak menggelar balapan seri ketiga IATC di Sirkuit Mandalika pada Ahad (14/11) sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perlombaan balap sepeda motor bertajuk Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2021 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang seharusnya bergulir pada Ahad (14/11) terpaksa ditunda. Sirkuit Mandalika yang baru diresmikan Presiden RI Joko Widodo pekan lalu sejatinya akan menggelar balapan debut pada ajang IATC 2021.

Sempat diisukan batal, balapan tersebut dikonfirmasi hanya mengalami penundaan. Padahal, kualifikasi balapan sudah telanjur berlangsung pada Sabtu (13/11).

Baca Juga

Tetapi balapan utama yang semestinya digelar keesokan harinya tidak bisa terlaksana. Padahal, peserta balap yang berada di lintasan telah siap memulai lomba. Mereka terpaksa kembali ke garasi karena balapan tidak terlaksana akibat kekurangan petugas marshal di sirkuit.

Petugas marshal merupakan orang yang bertugas di lintasan. Menurut aturan Federasi Olahraga Otomotif Internasional (FIM), setidaknya harus ada delapan orang marshal di setiap pos. Namun, jumlah itu tidak mampu dipenuhi. Kurangnya petugas di sirkuit membuat dua agenda balap akhirnya batal.

Hal itu membuat promotor balapan, Dorna memutuskan menunda perlombaan. Hal ini membuat ajang IATC akan berhimpitan dengan ajang World Superbike (WSBK) yang akan digelar bersamaan.

"Balapan IATC yang seharusnya berlangsung di Sirkuit Mandalika pada Ahad 14 November sudah dijadwal ulang ke pekan depan," bunyi pernyataan resmi di laman resmi IATC, Senin (15/11). "Dorna Sports bersama MGPA dapat memastikan ada empat balapan IATC yang akan berlangsung pada 19 hingga 21 November, bersamaan dengan WSBK."

Menanggapi polemik ini, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, sudah berkoordinasi dengan pihak Dorna Sports dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Ia memastikan bahwa putaran final IATC akan bergulir di waktu yang sama dengan WSBK.

"Saya yang bertanggung jawab sebagai Ketua Umum IMI selaku regulator yang mewakili federasi olahraga otomotif dunia di Indonesia. Kami akan segera memenuhi kelengkapan aspek keselamatan yang sesuai dengan peraturan FIM," kata Bambang dalam keterangan tertulis, Senin (15/11).

Bambang mengeklaim pihak IATC sudah menerima kenyataan dan menganggap permasalahan sudah selesai. Ketua MPR RI itu optimistis perlombaan bisa terlaksana sesuai rencana meski digelar dalam waktu yang sama.

Baca juga : LPEI Biayai Pembangunan KEK Mandalika

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement