Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

BPOLBF Ingin Desa Wisata Ende Jadi Destinasi Utama

Selasa 16 Nov 2021 14:52 WIB

Red: Fuji Pratiwi

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) melakukan upaya penguatan pengembangan desa-desa wisata di Ende, Nusa Tenggara Timur agar menjadi destinasi utama bagi wisatawan.

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) melakukan upaya penguatan pengembangan desa-desa wisata di Ende, Nusa Tenggara Timur agar menjadi destinasi utama bagi wisatawan.

Foto: dokpri
Tren pariwisata berkualitas membuat desa wisata harus jadi destinasi utama.

REPUBLIKA.CO.ID, LABUAN BAJO -- Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) melakukan upaya penguatan pengembangan desa-desa wisata di Ende, Nusa Tenggara Timur agar menjadi destinasi utama bagi wisatawan.

"Tren pariwisata saat ini adalah pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Oleh karena itu kami akan mendukung agar desa wisata tidak hanya menjadi destinasi wisata alternatif, tetapi menjadi destinasi utama," kata Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, NTT, Selasa (16/11).

Baca Juga

Shana mengatakan, wisatawan datang untuk mendapatkan pengalaman berwisata yang lebih berkualitas. Wisatawan datang karena budaya di desa, pengalaman, dan narasi yang ada di desa. Oleh karena itu, masyarakat harus dilibatkan secara penuh juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dia mengatakan BPOLBF telah memasukkan desa wisata di Ende dalam peta desa wisata tematik. Sehingga secara tidak langsung, para wisatawan yang ke Labuan Bajo mendapatkan informasi tentang destinasi lain yang ada di Flores, Alor, Lembata, dan Bima (Floratama).

BPOLBF akan menjadi penghubung serta fasilitator berbagai kendala dari penggiat desa wisata di Ende, sehingga bisa diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait.

Kepala Desa Detusoko Barat Ferdinandus Watu menambahkan, perencanaan adalah hal mendasar dalam pengembangan desa wisata. Isu kepariwisataan untuk desanya sendiri berkaitan erat dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Dia menilai tanpa dasar perencanaan yang jelas, maka apapun yang dicita-citakan tidak akan tercapai.

Ferdinandus mengatakan pentingnya digitalisasi desa untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang aneka atraksi wisata. Kini, Detusoko Barat telah memiliki platform digital. Selanjutnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) akan mengambil peran untuk mengelola dan mempromosikan desa wisata tersebut.

BUMDes Detusoko Barat dikenal dengan nama BUMDes AU Wula yang memiliki dua unit usaha yaitu pariwisata seperti pengelolaan homestay, agrowisata, atraksi dan sanggar budaya serta perdagangan seperti produk kopi, sambal, dan oleh-oleh khas Ende. Kedua usaha ini sudah memiliki platform digital dan tersedia juga dalam bentuk paket-paket wisata.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA