Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Belalai Luka Terjerat, Anak Gajah Mati Setelah Dirawat

Selasa 16 Nov 2021 14:35 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Anak gajah liar betina yang terkena jerat berada di klinik pengobatan sebelum proses pengobatan di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar, Aceh, Senin (15/11/2021). BKSDA Aceh bersama tim Pusat Kajian Satwa Liar (PKSL) berhasil mengevakuasi seekor anak gajah betina yang diperkirakan berumur 12 bulan setelah mengalami luka serius akibat terkena jerat dibagian tengah belalai pada Minggu (14/11/2021) dikawasan Desa Alue Meuraksa, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya.

Anak gajah liar betina yang terkena jerat berada di klinik pengobatan sebelum proses pengobatan di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar, Aceh, Senin (15/11/2021). BKSDA Aceh bersama tim Pusat Kajian Satwa Liar (PKSL) berhasil mengevakuasi seekor anak gajah betina yang diperkirakan berumur 12 bulan setelah mengalami luka serius akibat terkena jerat dibagian tengah belalai pada Minggu (14/11/2021) dikawasan Desa Alue Meuraksa, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya.

Foto: ANTARA/Syifa Yulinnas
Anak gajah yang belalainya luka akibat terjerat mati setelah dirawat di Aceh Besar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Seekor anak gajah sumatera yang belalainya terjerat di kawasan hutan Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh beberapa waktu lalu dilaporkan mati. Satwa bernama latin Elephas maxipmus sumatrensis itu tak mampu bertahan meskipun telah menerima perawatan medis selama dua hari di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar.

"Iya tadi pagi saya dikasih kabar bahwa gajahnya sudah mati. Tim dokter juga sedang melakukan nekropsi," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Ariyanto di Banda Aceh, Selasa.

Baca Juga

Agus menjelaskan, anak gajah sumatera berusia sekitar satu tahun tersebut mati saat dalam proses perawatan medis. Anak gajah itu dirawat dengan kondisi belalai yang nyaris putus akibat terkena jeratan.

Anak gajah tersebut dibawa ke PLG Saree pada Ahad (14/11) lalu. Dengan kondisi belalai yang nyaris putus, gajah kecil itu susah makan dan kondisi tubuhnya kurus.

"Jadi belalainya sudah membusuk, nyaris putus, makanya kami bawa ke sana untuk penanganan medis. Katanya dua hari ini kondisinya cukup bagus, cuma penyebaran infeksinya itu, karena kan sudah lama (terjerat)," kata Agus.

Anak gajah tersebut diselamatkan petugas BKSDA Aceh setelah masyarakat melaporkannya pada Sabtu (13/11). Anak gajah itu tampak bergerak sendiri, terpisah dari rombongan, di wilayah Desa Alue Meuraksa, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya dengan kondisi terluka di bagian belalai. Sisa jerat terlihat masih menempel di bagian belalainya. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA