Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Menkes Perkirakan 300 Juta Vaksinasi Covid Hingga Akhir 2021

Selasa 16 Nov 2021 05:23 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Gita Amanda

Warga mengantre untuk mendapat suntikan vaksin COVID-19 di Gelanggang Remaja Makassar, Jakarta, (ilustrasi).

Warga mengantre untuk mendapat suntikan vaksin COVID-19 di Gelanggang Remaja Makassar, Jakarta, (ilustrasi).

Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Diperkirakan vaksinasi Covid-19 dosis pertama capai 78 persen populasi Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperkirakan jumlah total suntikan vaksin Covid-19 yang dapat diberikan kepada masyarakat hingga akhir tahun ini mencapai 290 juta hingga 300 juta suntikan. Ia memperkirakan vaksinasi untuk dosis pertama sebanyak 161 juta orang atau 78 persen dari target populasi dan untuk dosis lengkap mencapai sekitar 118 juta orang atau hampir 60 persen.

"Diperkirakan sampai akhir tahun ini mungkin bisa mencapai total suntikan 290 juta sampai 300 juta suntikan," kata Budi saat konferensi pers di Kantor Presiden, dikutip pada Selasa (16/11).

Baca Juga

Menurut dia, proyeksi vaksinasi hingga akhir tahun ini bahkan lebih besar dari target WHO yang diharapkan dapat mencapai 40 persen vaksinasi dosis lengkap pada akhir tahun. Ia melanjutkan, saat ini vaksinasi yang dilakukan per harinya juga telah mencapai 1,6-2 juta suntikan.

Hingga saat ini, pemerintah telah memberikan 216 juta suntikan vaksin Covid-19 kepada 130,6 juta masyarakat Indonesia. Sebanyak 84,5 juta masyarakat di antaranya telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap dari target populasi yang harus divaksinasi yakni 208 juta.

“Sebanyak 62 persen sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 40 persen sudah mendapatkan vaksinasi lengkap,” kata Menkes Budi.

Lebih lanjut, menurut Menkes, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menekankan terkait masa berlaku vaksin Covid-19. Jokowi meminta agar pemerintah daerah lebih memperhatikan masa berlaku vaksin sehingga stok vaksin tidak kedaluwarsa.

Menkes Budi menyebut, Presiden telah menerima laporan adanya vaksin kedaluwarsa di sejumlah daerah seperti NTT, Jawa Tengah, dan juga Yogyakarta.

“Bapak Presiden juga menekankan bahwa tolong hati-hati dengan vaksin kedaluwarsa. Jadi beberapa provinsi yang laporannya sampai ke beliau seperti misalnya NTT atau juga dari Jateng, Yogyakarta, itu perlu diperhatikan agar vaksinasinya jangan sampai kedaluwarsa,” ujar dia.

Menkes Budi mengingatkan, jika daerah menemukan vaksin yang sudah mendekati tanggal kedaluwarsa, maka agar segera dialihkan ke provinsi lain yang membutuhkan atau dialihkan kepada TNI dan Polri sehingga dapat segera diberikan kepada masyarakat.

Ia pun menegaskan, stok vaksin Covid-19 sampai saat ini masih aman. Hingga saat ini terdapat 276 juta dosis vaksin dan sebanyak 267 juta dosis di antaranya telah didistribusikan ke daerah.

“Dan seperti tadi yang sudah dipakai ada 206 juta. Jadi masih ada stok sekitar 60 juta di kabupaten, kota, provinsi,” kata dia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA