Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

PKB Ajak Kader Rajin Bersholawat Agar Menang Pemilu

Senin 15 Nov 2021 21:32 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Bayu Hermawan

Logo Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Logo Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Foto: Republika
PKB Jabar ajak kader rajin bersholawat agar jadi pemenang Pemilu 2024 

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda mengajak agar seluruh kader PKB gencar melakukan sholawat. Karena, dengan bersholawat maka syafaat Nabi Muhammad SAW akan turun. Sehingga, PKB bisa menjadi pemenang dalam pemilu 2024.

"Pesan kepada semua kader, baca sholawat sebnyak-banyaknya. Dengan sholawat mudahan-mudahan dimenangkan dalam pemilu 2024 mendatang," ujar Huda saat menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar DPW PKB Jawa Barat dan diikuti oleh kader serta DPC dan DPAC PKB se Jawa Barat, Ahad (14/11) secara online dan offline.

Baca Juga

Turut hadir dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW ini, Sekretaris DPW PKB Jabar Acep Jamaludin, Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar Sidkon Djampi, Wakil Ketua DPRD Jabar Sidkon H Oleh Soleh serta anggota F- PKB DPRD Jabar lainnya. Acara dilanjutkan dengan tawasul, sholawatan, marhabanan serta pengajian diisi oleh KH Muhamad Toha Saefudin. 

Huda menyampaikan empat poin penting kepada kader PKB se Jawa Barat untuk membesarkan partai. Salah satunya adalah mengawal ajengan atau kyai yang ada di kampung-kampung. Menurut Huda, para ulama, kyai, ustad memiliki peran yang amat besar dalam transformasi sosial di Indonesia.

"Makom kyai-kyai kampung kita yang punya pengikut, yang mengurus mushola yang mengurus langgar, menurut pemikir Islam memiliki kemampuan untuk transformasi sosial," kata Syaiful Huda yang juga Ketua Komisi X DPR RI.

"Kader PKB harus merawat kyai-kyai yang di kampung, karena mereka ulama dan kyai yang sesungguhnya," imbuhnya.

Kedua, Huda menjelaskan tentang pertanyaan yang sering kali timbul, terutama di masyarakat moderen atau urban, apakah Rasulullah berpolitik atau cukup sebagai pendakwah? Pertanyaan yang kedua apakah Rasulullah berpolitik dulu lalu berdakwah atau sebaliknya?

"Tidak ada dimensi dakwah dan politik yang dipisahkan oleh Rasulullah SAW, tidak ada dimensi mendahulukan politik dan membelakangkan dakwah atau juga sebaliknya," kata Huda.

Kedua-duanya, kata dia, berjalan beriringan bahkan persenyawaan antara politik dan dakwah sangat terasa dalam jejak sirah Nabawiah Rasulullah SAW. Bagaimana Rasulullah sebagai seorang Rasul sekaligus pemimpin politik Islam waktu itu.

Point ketiga, Huda mengajak seluruh kader PKB di Jawa Barat untuk mengambil ibroh atau pelajaran dari perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

"Sebagai kader partai politik yang berbas value atau nilai-nilai, kader PKB harus senantiasa menjadi seorang pembelajar, baik dalam urusan pengetahuan umum maupun keagamaan. Kita harus senantiasa mencontoh kehidupan Rasulullah SAW," jelasnya. 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA