Selasa 16 Nov 2021 02:20 WIB

Baznas dan NU Bangun Rumah Sehat di Jakarta

MoU antara Baznas dengan NU untuk membangun rumah sakit di Kawi-Kawi

Rep: Muhyiddin/ Red: Esthi Maharani
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj
Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan penandatanganan MoU dan peletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sehat Baznas-NU di Jalan Kawi-Kawi Bawah no. 42, Johar baru, Jakarta pusat, Senin (15/11).

Alhamdulillah kita tanda tangani MoU antara Baznas dengan NU membangun rumah sakit di Kawi-Kawi ini,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Said Aqil Siroj usai meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sehat Baznas-NU, Senin (15/11).

Rumah sakit tersebut rencananya akan dibangun empat lantai dengan luas bangunan 1240 meter persegi. Namun, jika ditambah prasarana parkir menjadi 1570 meter persegi. Selain itu, rumah sakit ini juga akan dilengkapi dengan lift.

Kiai Said mengatakan, rumah sakit yang berada di bawah naungan PBNU saat ini berjumlah tujuh rumah sakit, dan Rumah Sehat Baznas NU ini akan menjadi rumah sakit PBNU yang kedelapan. Kiai Said berharap, enam bulan ke depan warga Jakarta sudah bisa merasakan manfaatnya.

“Rumah Sakit NU yang sudah terbangun tujuh, dan ini yang kedelapan. Mudah-mudahan enam sampai tujuh bulan sudah bisa dirasakan manfaatnya,” ucap Kiai Said.

Di masa pandemi Covid-19 ini, menurut Kiai Said, kesehatan masyarakat sangat penting sekali. Karena itu, seluruh rumah sakit PBNU juga turut membantu pemerintah melakukan penanganan Covid-19.

“Kesehatan sangat penting, apalagi di pandemi ini, terasa sekali kita kekurangan rumah sakit dan kekurangan tenaga kesehatan. Karena itu, semua RS PBNU semuanya konsentrasi pada penanganan pandemi covid-19,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Baznas, Prof Noor Achmad menjelaskan, pembangunan Rumah Sehat Baznas NU ini diperkirakan akan menghabiskan biaya kurang lebih Rp 10,2 Miliar. Biaya pembangunan untuk tahap pertama akan didukung oleh Baznas dengan biaya sebesar Rp 2,5 miliar.

“Kalau tadi yang disampaikan sepuluh lebih (Rp 10 miliar), kalau dari kita kurang lebih dua setengah (Rp 2,5 miliar),” ujarnya saat diwawancara lebih lanjut.

Prof Noor mengatakan, pada 2022 mendatang Baznas akan mendirikan 10 rumah sehat Baznas yang baru. Sebelumnya, kata dia, Baznas juga telah membangunan 10 rumah sehat Baznas di berbagai daerah di Indonesia.  

“Insya Allah nanti di seluruh provinsi itu akan ada rumah sehat Baznas. Target kami adalah semua kabupaten/kota punya rumah sehat Baznas,” ucapnya.

Dalam membangun rumah sehat tersebut, tambah dia, Baznas tidak hanya akan bekerja sama dengan NU, tapi juga dengan ormas Islam lainnya, termasuk dengan Muhammadiyah. Namun, menurut dia, sejauh ini baru NU yang bisa berkolaborasi untuk pembangunan rumah sehat.

“Yang melaksanakan untuk pendirian rumah sehat antara ormas dan Baznas, baru NU,” jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement