Thursday, 25 Syawwal 1443 / 26 May 2022

Pemerintah Gandeng Pramuka Cegah Gelombang Ketiga Covid

Senin 15 Nov 2021 20:51 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Bayu Hermawan

Covid 19 (ilustrasi)

Covid 19 (ilustrasi)

Foto: Max Pixel
Pramuka diajak membuat video berisi edukasi pencegahan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mengaku perlu mengajak kerjasama semua pihak dalam mencegah peluang terjadinya kenaikan kasus Covid-19 menjelang akhir tahun nanti. Pemerintah mengaku tengah berusaha menyebarluaskan informasi penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

"Kita mesti waspada gelombang ketiga Covid-19. Dua gelombang pertama didahului libur," kata Direktur Tata Kelola Kemitraan Komunikasi Publik Kementerian Kemkominfo, Hasyim Gautama dalam keterangan, Senin (15/11).

Baca Juga

Dia mengatakan, keterlibatan semua pihak hingga Pramuka merupakan aksi untuk memperluas cakupan vaksinasi. Menurutnya, hal itu juga untuk meningkatan kesadaran pembatasan pergerakan yang diprediksi meningkat selama libur natal dan tahun baru mendatang.

"Sebab perluasan vaksinasi dan pembatasan pergerakan masyarakat menjadi salah satu kunci pencegahan gelombang ketiga Covid-19," katanya.

Dia mengatakan, dengan menggandeng Gerakan Pramuka untuk menyebarkan pesan pencegahan. Lanjutnya, anggota Gerakan Pramuka dari tingkat siaga hingga pembina diajak membuat video pendek yang diunggah ke akun Instagram masing-masing.

Dia menjelaskan, tujuan dari kompetisi ini adalah menyampaikan informasi yang lebih bisa diterima masyarakat dengan lebih komunikatif melalui pesan-pesan yang kreatif di sosial media. Perincian lomba terdapat di https://s.id/juknispramuka1411.

Juru Bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, Pramuka merupakan agen perubahan yang memberikan harapan. Menurutnya, Pramuka akan lebih aktif mengajak orang di sekitarnya agar mau divaksin dan mencegah mobilitas pada natal dan tahun baru.

"Pendekatan komunikasi dari orang-orang sekitar diharapkan bisa meningkatkan penerimaan pada vaksinasi dan membuat gerak orang terbatas saat natal dan tahun baru," katanya.

Pakar Komunikasi Perubahan Perilaku, Risang Rimbatmaja mengatakan bahwa pendekatan komunikasi untuk mengajak orang lain mau divaksinasi pada dasarnya sama dengan komunikasi lainnya. Dia berpendapat, kampanye pribadi ini merupakan cara mengajak vaksinasi dan pembiasaan protokol kesehatan terutama difokuskan kepada orang-orang terdekat.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA