Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Greysia/Apriyani tanpa Beban di Bali

Ahad 14 Nov 2021 20:35 WIB

Red: Ratna Puspita

Greysia Polii (kanan) dan Apriyani Rahayu (kiri)

Greysia Polii (kanan) dan Apriyani Rahayu (kiri)

Foto: EPA-EFE/MAURI RATILAINEN
Greysia/Apriyani sudah melalui target dengan medali emas Olimpiade.

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Jelang pembukaan laga Indonesia Masters 2021 pekan depan, pebulu tangkis ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengaku ingin bermain lebih santai dan lepas. Turnamen itu menjadi bagian dari agenda Indonesia Badminton Festival 2021 ini.

Menurut Greysia, hal itu dilakukan karena beban mereka yang sebenarnya dalam target tahun ini sudah dilalui melalui kemenangan medali emas Olimpiade Tokyo Agustus lalu. "Saya pribadi tidak ada tekanan sama sekali, tapi bukan begitu saja bisa menikmati. Di sini mainnya lebih lepas karena tantangan utama di tahun ini sudah dilewati. Sekarang tinggal kejar target-target lainnya saja," kata Greysia saat ditemui di Nusa Dua, Bali, Ahad (14/11).

Baca Juga

Bermain di kandang sendiri membuat atlet berusia 34 tahun ini lebih bersemangat meski kelelahan masih dirasakan setelah melakoni pertandingan beruntun. Sejak sukses menggondol medali emas di Tokyo, Greysia/Apriyani ikut bagian dalam ajang bergengsi di Piala Sudirman dan Piala Uber, serta sejumlah turnamen lanjutan di Eropa.

Sebagai persiapan bermain di IBF 2021, sudah pasti Greysia melakukan pemulihan. Namun, menurutnya, fokus menjaga mental juga tidak kalah penting untuk dilakukan.

"Kalau pemulihan sudah beberapa bulan, sekarang sudah tahap menjaga pikiran agar lebih fokus," ungkapnya.

Sementara itu, Apriyani masih menitikberatkan latihannya dengan pemanasan fisik menjelang laga Indonesia Masters, Selasa. Penguatan otot kaku dan tangan, serta aspek tenaga masih dimatangkan oleh Apriyani.

"Pemulihan bukan berarti tidak latihan. Saya selalu menjaga otot kaki atau tangan, terus powernya juga. Utamanya itu yang dijaga. Pikiran juga tetap dijaga, mungkin dibikin santai saja," tutur Apriyani.

Baginya, bermain di Tanah Air harus disikapi secara bijak agar tidak menjadi beban di lapangan. Meski seluruh turnamen di IBF 2021 tidak dihadiri penonton, Apriyani mengatakan, kenyataan bermain sebagai tuan rumah punya nilai psikologis tersendiri.

"Yang penting bagaimana kami membawa diri di lapangan supaya tidak terbebani. Saya terima kasih sekali kalau masyarakat mendoakan yang terbaik untuk kami. Kami nikmati saja, dan saya pokoknya selalu berjuang," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA