Walkot Sukabumi Terjun Evakuasi Material Longsor

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Muhammad Fakhruddin

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi (memakai kaos Persib) membantu evakuasi material longsor di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Ahad (14/11).
Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi (memakai kaos Persib) membantu evakuasi material longsor di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Ahad (14/11). | Foto: Republika/Riga Nurul Iman

REPUBLIKA.CO.ID,SUKABUMI -- Beragam cara dilakukan untuk mempercepat penanganan bencana. Salah satunya dilakukan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi yang mengikuti kerja bakti mengevakuasi material longsor di Kampung Pangkalan RT 04 RW 16 Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Ahad (14/11).

Kerja bakti ini untuk mempercepat penanganan longsor yang materialnya menutupi aliran air sungai. Upaya tersebut juga dilakukan bersama Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan Sehati, Sigab Persis, Karang Taruna, dan Pemuda Pancasila serta Damkar.

''Saya mendapatkan infomasi longsor, sehingga bersama sekda lurah, BPBD, relawan dan warga menuju lokasi untuk membantu penanganan,'' ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi kepada wartawan, Ahad. Berharap dengan kerja bakti efek atau dampak longsor tidak mengganggu aliran air ke warga.

Di mana kata Fahmi, percepatan penanganan bencana diperlukan jangan sampai air sulit mengalir. Sehingga diharapkan ketika semua bergerak akan menuntaskan penanganan bencana.

''Kami mengimbau warga waspada ditengah suasana cuaca esktrem ini dan akan mencapai puncaknya di Januari,'' kata Fahmi. Hal ini untuk mencegah munculnya korban jiwa maupun kerugian materiil.

Menurut Fahmi, sebelumnya pemkot menggelar rapat lintas sektoral untuk meminta koordinasi antara SKPD diperkuat dalam penanganan bencana yang harus dipercepat. Nantinya dibuat tim khusus yang menyatukan koordinasi antara SKPD agar cepat dalam penanganan.

Fahmi mengatakan, anggaran yang sudah disiapkan ketika dibutuhkan dalam penanganan bencana yang terdapat di belanja tidak terduga (BTT). Khusus untuk dinas terkait diminta perbaikan secara cepat ketika ditemukan terjadi bencana yang berulang.

Misalnya di Jalan Arif Rahman Hakim dan terminal yang harus segera ditangani. Selain itu lokasi lainnya yang menjadi prioritas.

Sebelumnya, tingginya intensitas hujan di Kota Sukabumi sejak Selasa (9/11) sore hingga malam hari menyebabkan bencana banjir dan longsor. Di mana hingga Rabu (10/11) pagi tercatat ada sebanyak 55 titik yang dilanda bencana.

''Laporan yang masuk ada sebanyak 55 kejadian bencana,'' ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi Imra Wardhani. Rinciannya banjir sebanyak 37 titik, longsor 14 titik, angin kencang pohon tumbang 1 lokasi, dan kebakaran 1 titik dan bencana lainnya.

Bencana banjir kata Imran diantaranya terjadi di Terminal Tipe A Sukabumi Jalur Sukabumi. Selanjutnya Perumahan Gading dan Jagakarsa RT 03 RW 01 Jayaraksa Kecamatan Baros serta Jalan Parigi RT 01 RW 08 Kelurahan Situmekar, Lembursitu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Konversi Lahan Kapitalis Merusak Alam, Bagaimana Solusinya?

La Nina dan Nasib Petani

Basarnas Banten Siaga Hadapi Dampak La Nina

Tahun, Sukabumi Genjot Pembangunan Infrastruktur Kota

Pemkot Sukabumi Gandeng Relawan Tangani Bencana

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image