Thursday, 24 Jumadil Akhir 1443 / 27 January 2022

Thursday, 24 Jumadil Akhir 1443 / 27 January 2022

Warga Terdekat dengan Kebakaran Kilang Telah Diungsikan

Ahad 14 Nov 2021 10:15 WIB

Rep: S Bowo Pribadi/ Red: Bilal Ramadhan

Sejalan dengan penanganan kebakaran kilang, Pertamina juga sigap melakukan evakuasi sekitar 80 warga dari Kelurahan Lomanis ke tempat pengungsian sementara di Aula Kelurahan Lomanis dan Masjid Baitul Munir, Lomanis.

Sejalan dengan penanganan kebakaran kilang, Pertamina juga sigap melakukan evakuasi sekitar 80 warga dari Kelurahan Lomanis ke tempat pengungsian sementara di Aula Kelurahan Lomanis dan Masjid Baitul Munir, Lomanis.

Foto: Pertamina
Pertamina memastikan pendistribusian BBM tidak terdampak akibat kebakaran kilang.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Sejumlah warga yang bermukim di kawasan terdekat dengan lokasi kilang Pertamina yang terbakar, telah diungsikan. Mereka diungsikan di masjid serta kantor Kelurahan Lomanis, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

GM PT Pertamina RU IV Cilacap, Eko Sunarno mengatakan, kebakaran tangki di area kilang Pertamina Cilacao, diketahui terjadi pada Sabtu (13/11) sekitar pukul 19.20 WIB. Kebakaran terjadi pada satu buah tanki berisi produk Pertalite.

Baca Juga

Upaya pemadaman segera dilakukan secara intensif dengan menggunakan High Capacity Foam Monitor pada tangki yang terbakar. Sedangkan untuk tangki di sekitar dilakukan pendinginan dengan water sprinkle untuk mencegah merambatnya kebakaran.

"Adapun tangki yang terbakar adalah  Tangki 36.T-102 berisi produk pertalite, dengan level tangki 15.9 meter versus max level 20 meter atau sekitar volume 31.000 KL versus Max 39.000 KL," jelasnya.

Terkit hal ini, masih jelas Eko, Pertamina memastikan pendistribusian BBM tidak terdampak akibat kebakaran dan masih tetap berjalan normal ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Maos.

Meski dilaporkan  tidak ada korban jiwa, untuk warga masyarakat daerah kelurahan Lomanis yangvbermukim didekat lokasi kebakaran sudah dievakuasi di masjid dan kantor Kelurahan Lomanis.

Sedangkan untuk penyebab terjadinya kebakaran tersebut Eko belum dapat memastikan dan menunggu hasil investigasi pascakrbakaran. "Namun pada saat kejadian situasi hujan lebat diikuti dengan petir yang keras," tegasnya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA