Sabtu 13 Nov 2021 18:11 WIB

RS Grha Permata Buka Layanan Kesehatan Haji dan Umrah

Yankeshaju Grha Permata difokuskan pada upaya menjaga ketahanan fisik calon haji

Rumah Sakit Grha Permata Ibu secara resmi membuka Pelayanan Kesehatan Haji dan Umroh (Yankeshaju). Alasannya, saat melaksanakan ibadah haji, istilah mampu (istita’ah) bukan hanya merujuk pada kemampuan finansial semata, tetapi juga mampu secara fisik.
Foto: Graha Permata Ibu
Rumah Sakit Grha Permata Ibu secara resmi membuka Pelayanan Kesehatan Haji dan Umroh (Yankeshaju). Alasannya, saat melaksanakan ibadah haji, istilah mampu (istita’ah) bukan hanya merujuk pada kemampuan finansial semata, tetapi juga mampu secara fisik.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Rumah Sakit Grha Permata Ibu secara resmi membuka Pelayanan Kesehatan Haji dan Umroh (Yankeshaju). Alasannya, saat melaksanakan ibadah haji, istilah mampu (istita’ah) bukan hanya merujuk pada kemampuan finansial semata, tetapi juga mampu secara fisik.

“Ini adalah layanan khusus yang kami sediakan bagi calon Jemaah haji maupun umroh untuk mencapai kondisi istita’ah secara fisik," Tutur Direktur RS Grha Permata Ibu, dr Rona Mora, MARS, pada sambutan Lokakarya yang mengambil Tema Pelayanan Kesehatan Paripurna untuk menggapai istita’ah Jemaah haji dan umroh, Sabtu (13/11).

Ia menuturkan Yankeshaju menyediakan layanan konsultasi tentang kesehatan, Medical Check Up, Vaksinasi untuk perjalanan internasional, seperti: Meningitis (buku kuning), Influenza, Covid; termasuk layanan pendampingan dan pemantauan jemaah di rumah (Home Care). Dari semua yang disediakan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tahan (endurance) fisik calon Jemaah haji dan umroh, apalagi dalam masa pandemi yang belum berakhir ini. 

Rona menyarankan, idealnya calon Jemaah haji data ke RS Grha Permata Ibu untuk mengontrol kesiapan fisiknya minimal Sembilan bulan sebelum berangkat haji, dan satu bulan sebelum keberangkatan umroh. “karena akan kita pantau tiap bulannya. Bila belum mencapai syarat istita’ah ada waktu bagi kita untuk melakukan terapi. Bila kondisinya sudah bagus, kita akan berikan latihan-latihan yang bertujuan menjaga kestabilan kondisi tersebut," tutur Rona.

Dalam Lokakarya Yankeshaju tersebut turut hadir sebagai narasumber Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, Sp.KFR, MARS (Perdokhi), Dr. Nur Arifin, MPd selaku Direktur Bina Umroh dan Haji Khusus Kementerian Agama RI, Dr. KH. Ahmad Dimyati Badruzzaman ketua MUI Kota Depok, dr. H. Agoes Kooshartoro, SpPD, KKV (spesialis Penyakit Dalam RSGPI) serta ns. Sumedi, Skep, MKep PhD Sekjen FPKHI.

Layanan meningitis yang disediakan di RS Grha Permata Ibu berbeda dengan di tempat lain. Sebab di sini ada Pelayanan Kesehatan Haji dan Umrah (Yankeshaju). Artinya pelayanan kepada jamaah haji dan umrah di sini menyeluruh, termasuk pembinaan kepada jamaah," kata dr Rona.

"Kita merasa bersyukur mulai hari ini tidak hanya pelayanan meningitis tetapi juga layanan kesehatan lainnya untuk calon Jemaah haji dan umroh sudah dilaksanakan di RS Grha Permata Ibu Depok. Insya Allah layanan ini dibuka setiap hari kerja, termasuk hari Sabtu. Kami berharap pelayanan di sini memiliki keunggulan yang lebih tanpa mengurangi atau membebani masyarakat dalam hal pembiayaan," lanjutnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement