Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Realisasi Penjualan Gas PGN Capai 481 BBTUD

Jumat 12 Nov 2021 21:51 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mencatat penjualan gas kepada industri pada kuartal tiga tahun ini mencapai 481 BBTUD. Volume tersebut diserap kurang lebih oleh 2.371 pelanggan industri.

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mencatat penjualan gas kepada industri pada kuartal tiga tahun ini mencapai 481 BBTUD. Volume tersebut diserap kurang lebih oleh 2.371 pelanggan industri.

Foto: PGN
Realisasi penjualan 481 BBTUD gas PGN diserap 2.371 pelanggan industri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mencatat penjualan gas kepada industri pada kuartal tiga tahun ini mencapai 481 BBTUD. Volume tersebut diserap kurang lebih oleh 2.371 pelanggan industri.

Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Aziz merinci serapan gas tersebut melalui wilayah gas pipa Sumatra sebesar 54 BBTUD. Sedangkan di area Jawa Bagian Barat sebesar 303 BBTUD. Jawa Bagian Timur menyerap 124 BBTUD produksi gas pipa PGN.

"PGN juga terus mendukung daya saing pelanggan industri ke berbagai wilayah, termasuk di Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus," ujar Fariz, Jumat (12/11).

Saat ini, PGN telah melayani di sekitar 75 Kawasan Industri, dengan jumlah pelanggan yang telah dilayani sebanyak 636 industri, meliputi sektor kimia, keramik, makanan, logam fabrikasi, kaca, kertas, logam dasar, baja, tekstil, semen, pupuk, petrokimia, oleochemical, kayu dan lain-lain.

"Kawasan industri menjadi bagian proses industrialisasi yang dapat menjadi daya ungkit untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing produk, dan pertumbuhan ekonomi," ujar Fariz.

Fariz menambahkan sebagai alternatif sumber energi ataupun bahan baku, harapannya gas bumi untuk industri dapat semakin terutilisasi optimal baik di pasar-pasar eksiting maupun pasar yang baru. Tentunya dengan dukungan infrastruktur yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Upaya sinergi dan kerjasama Subholding Gas dengan kawasan industri sejalan dengan komitmen Holding Migas Pertamina Go Collaborrative yaitu membangun kolaborasi dengan stakeholders internal dan eksternal guna mendukung perekonomian dan industri nasional," ujar Fariz.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA