Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Ayah tak Dekat dengan Anak, Apa Kerugiannya?

Jumat 12 Nov 2021 19:29 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi ayah dan anak bayinya. Kedekatan ayah dan anak harus dibangun sedini mungkin.

Ilustrasi ayah dan anak bayinya. Kedekatan ayah dan anak harus dibangun sedini mungkin.

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Kedekatan antara ayah dan anak harus dibangun sejak dini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Psikolog Rosdiana Setyaningrum mengingatkan bahwa hubungan erat yang terjalin antara kedua orang tua dan anak harus dibangun sejak dini. Sebab, itu akan memengaruhi perkembangan psikologi anak di masa mendatang.

Rosdiana mengatakan, kedekatan dengan anak tidak bisa dipaksakan nanti ketika anak sudah beranjak dewasa. Ayah dan ibu tak mungkin akan akrab begitu saja dengan remajanya tanpa dasar hubungan yang baik sebelumnya.

Baca Juga

"Enggak bisa ketika kecil enggak dekat, begitu besar kita maksa anak-anak untuk dekat sama kita," kata Rosdiana saat dihubungi Antara, Jumat.

Rosdiana mengungkapkan, keakraban juga harus dibangun dengan kedua orang tua, baik ibu maupun ayah. Apa ruginya kalau ayah tidak dekat dengan anak?

"(Ruginya) enggak cuma dimiliki oleh si anak, tapi sebenarnya bapaknya juga rugi banget," kata psikolog anak, remaja, dan keluarga dari Universitas Indonesia itu.

Psikolog Kasandra Putranto juga mengatakan hal yang serupa. Menurutnya, figur ayah sangat penting karena ayah adalah sosok pelindung dan pemberi contoh bagi anak.

"Dalam keluarga, ayah berperan sebagai pemberi nafkah, pemimpin, pelindung dan pendidik keterampilan anak sebagai seorang pemberi contoh," ujar Kasandra.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA