Kamis 11 Nov 2021 13:08 WIB

GoTo Raih Pendanaan pra-IPO Rp 18,6 Triliun

Dana yang terkumpul memungkinkan GoTo untuk berinvestasi lebih jauh.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Perusahaan Gojek dan Tokopedia merger menjadi Goto.
Foto: Dok Goto
Perusahaan Gojek dan Tokopedia merger menjadi Goto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Grup GoTo pada hari ini, Kamis (11/11), mengumumkan penutupan pertama penggalangan dana praIPO. Ekosistem digital terbesar di Indonesia ini berhasil meraih lebih dari 1,3 miliar dolar AS atau setara Rp 18,6 triliun dari investor.

Investor terdiri anak perusahaan Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), Avanda Investment Management, Fidelity International, Google, Permodalan Nasional Berhad (PNB), Primavera Capital Group, SeaTown Master Fund, Temasek, Tencent, dan Ward Ferry. 

Baca Juga

CEO dari Grup GoTo, Andre Soelistyo, berharap investor dapat bergabung ke dalam putaran penggalangan dana praIPO menjelang penutupan akhir di beberapa minggu mendatang. "Dukungan yang kami peroleh menunjukkan kepercayaan yang dimiliki investor terhadap ekonomi digital yang berkembang pesat di kawasan ini serta posisi kami sebagai pemimpin pasar," kata Andre dalam keterangan persnya, Kamis (11/11).

Dana yang terkumpul memungkinkan GoTo untuk berinvestasi lebih jauh dalam mengembangkan ekosistemnya, memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar di kawasan, dan melayani pelanggan dengan lebih baik. 

GoTo akan fokus yang menumbuhkan jumlah pelanggan, perluasan jasa pembayaran dan penawaran layanan keuangan. 

Pendananan juga akan difokuskan untuk mendorong pemanfaatan armada transportasi dan jaringan logistik yang terintegrasi untuk lebih meningkatkan pengalaman hyperlocal guna melayani pelanggan dengan lebih baik. Menurut Andre, Indonesia dan Asia Tenggara adalah kedua pasar dengan prospek pertumbuhan yang paling menjanjikan di dunia.

Sejauh ini, permintaan konsumen terdorong oleh pertumbuhan adopsi digital yang telah membawa banyak pengguna masuk ke ranah online. "Akibatnya, permintaan akan layanan kami terus meningkat, dilandasi dengan komitmen kami untuk terus memberikan pilihan, nilai, serta kenyamanan kepada seluruh pelanggan di ekosistem kami," terang Andre.

Managing Director Primavera Capital Group Michael Woo mengatakan GoTo adalah juara nasional dengan ekosistem terbesar dan terlengkap untuk kehidupan digital sehari-hari di Indonesia. Woo melihat peluang pertumbuhan di  Indonesia dan GoTo pada e-commerce, mobilitas on-demand dan fintech – yaitu semua segmen di mana Primavera memiliki pengalaman investasi yang luas. 

"Kami senang dapat bermitra dan tumbuh bersama GoTo, dan mengkontribusikan keahlian dan sumber daya kami kepada perusahaan," kata Woo.

Deputy CIO di Seatown Master Fund, Steven Chua, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam misi Grup GoTo untuk mendorong kemajuan. Pertumbuhan ekonomi digital, terutama di Indonesia dan pasar lain yang berkembang pesat di ASEAN, merupakan fokus investasi utama bagi perusahannya. 

"Kami telah menjadi investor di Gojek selama beberapa tahun, dan berharap dapat melanjutkan perjalanan kami dengan Grup GoTo yang semakin besar seiring perusahaan memasuki fase pertumbuhan berikutnya," kata Chua.

GoTo menunjuk Citi dan Goldman Sachs sebagai penasihat keuangan dalam penggalangan dana. Sementara Davis Polk & Wardwell serta Assegaf Hamzah & Partners bertindak sebagai penasihat hukum GoTo.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement