Friday, 18 Jumadil Akhir 1443 / 21 January 2022

LPS Ingatkan Risiko Inovasi Teknologi Perbankan

Kamis 11 Nov 2021 06:30 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Karyawan membersihkan logo baru Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Karyawan membersihkan logo baru Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Foto: Antara/Audy Alwi
Nasabah membutuhkan layanan bank yang aman, baik secara digital maupun konvensional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengingatkan agar seluruh pihak bisa mewaspadai risiko yang muncul dari inovasi teknologi perbankan. Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan inovasi dan transformasi digital tak lagi menjadi pilihan, namun sebuah keharusan untuk mempertahankan bisnis suatu perusahaan terutama perbankan. 

"Risiko tetap ada baik itu di bank tradisional maupun bank digital," ujarnya saat webinar seperti dikutip Kamis (11/11).

Baca Juga

Purbaya menyebutkan perbankan seluruh dunia maupun Indonesia terus meningkatkan pelayanan digital bagi para nasabahnya agar bisa bertransaksi 24 jam dalam tujuh hari."Nasabah membutuhkan layanan bank yang aman, baik secara digital maupun konvensional," ucapnya.

Dia pun berpendapat risiko yang tinggi cenderung lebih rentan terjadi kepada bank digital terutama karena maraknya kejahatan siber saat ini. Maka itu, berbagai regulator termasuk LPS akan mengambil bagian dalam menjaga dan mengawasi digitalisasi perbankan yang semakin cepat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA