Rabu 10 Nov 2021 14:56 WIB

Inggris Hingga China Investasi Lebih Banyak Reaktor Nuklir

Tenaga nuklir bisa mereduksi emisi karbon tapi juga menimbulkan limbah radioaktif

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih
Inggris hingga China berinvestasi lebih banyak pada reaktor nuklir untuk memangkas emisi karbon. Ilustrasi.
Foto: AP/Hiro Komae
Inggris hingga China berinvestasi lebih banyak pada reaktor nuklir untuk memangkas emisi karbon. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Prancis akan mulai membangun reaktor nuklir yang baru dalam beberapa dekade. Reaktor nuklir ini bagian dari janji Prancis untuk mengurangi emisi yang memanaskan bumi.

Hal ini ia sampaikan saat negosiator nuklir di Glasgow memperdebatkan bagaimana mempercepat upaya mengatasi perubahan iklim. Selain itu juga saat Eropa mengkhawatirkan kenaikan harga energi dan dependensi benua itu pada produsen-produsen gas dan minyak dunia termasuk Rusia.

Baca Juga

"Demi menjamin kemerdekaan energi Prancis, untuk menjamin pasokan listrik negara kami, dan untuk meraih target-target kami terutama netralitas karbon 2050, untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade kami akan membangun kembali reaktor nuklir di negara kami dan melanjutkan pembangunan energi terbarukan," kata Macron dalam pidatonya yang disiarkan televisi, Rabu (10/11).

Ia tidak mengungkap detail rencana tersebut. Prancis lebih tergantung pada energi nuklir dibandingkan negara-negara lain. Namun reaktornya sudah menua dan reaktor generasi terbaru terlambat beberapa tahun dari jadwal.

Energi nuklir menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah dari batu bara, minyak, atau gas. Akan tetapi pembangkit tenaga nuklir mahal untuk dibangun dan menghasilkan limbah radioaktif yang tetap mematikan selama puluhan ribu tahun ke depan. Politisi terbagi ke dalam dua kelompok apakah energi nuklir harus dimasukkan dalam rencana global untuk mengurangi emisi karbon.

Tak hanya Prancis yang akan berinvestasi lebih banyak pada reaktor nuklir. Inggris juga berinvestasi sekitar 210 juta poundsterling untuk penelitian reaktor nuklir kecil. Saat ini pemerintah Britania sedang mencari alternatif untuk bahan bakar fosil di tengah kekhawatiran kenaikan harga gas.

Sektor swasta akan berinvestasi pada hal yang sama sebesar 250 juta pounds. Diharapkan reaktor modular kecil dapat digunakan tahun 2030-an. Reaktor semacam itu berpotensi lebih murah dan mudah bergerak. Penerima dana pemerintah Rolls-Royce SMR memprediksi setiap reaktor modular kecil dapat memberikan listrik pada satu juta rumah.

"Ini kesepakatan satu kali dalam hidup bagi Inggris untuk menyebarkan energi rendah karbon dibandingkan sebelumnya dan memastikan kemerdekaan energi yang lebih besar," kata Menteri Energi dan Bisnis Inggris Kwasi Kwarteng, Selasa (9/11).

sumber : AP/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement