Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Warga Auckland Kembali Berbelanja di Mal

Rabu 10 Nov 2021 14:32 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Warga Selandia Baru menunggu untuk divaksinasi di pusat vaksinasi Manurewe Marae di Auckland, Selandia Baru, Sabtu, 21 Oktober 2021. Aturan pembatasan selama tiga bulan dilonggarkan sehingga pertokoan Auckland dibuka. Ilustrasi.

Warga Selandia Baru menunggu untuk divaksinasi di pusat vaksinasi Manurewe Marae di Auckland, Selandia Baru, Sabtu, 21 Oktober 2021. Aturan pembatasan selama tiga bulan dilonggarkan sehingga pertokoan Auckland dibuka. Ilustrasi.

Foto: AP/Sylvie Whinray/New Zealand Herald
Aturan pembatasan selama tiga bulan dilonggarkan sehingga pertokoan Auckland dibuka

REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON -- Toko-toko dan mal-mal di kota terbesar di Selandia Baru, Auckland, membuka pintu-pintu mereka untuk pertama kali dalam tiga bulan setelah kota yang menjadi pusat wabah Covid-19 di Negeri Kiwi dibuka kembali. Toko-toko langsung penuh beberapa jam setelah dibuka kembali.

Terdapat antrean pengunjung di luar mal pada sebelumnya untuk mendapatkan diskon awal di beberapa toko. Perpustakaan, museum, dan kebun binatang juga sudah diizinkan menerima kembali pengunjung. Pemerintah melonggarkan peraturan pembatasan sosial karena angka vaksinasi merangkak naik dan tekanan dari para kritikus yang mengharapkan kebebasan lebih besar lagi.

Baca Juga

Namun sektor-sektor perhotelan masih tutup. Dalam kunjungan pertamanya ke kota itu sejak peraturan pembatasan sosial 17 Agustus lalu, Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan sektor perhotelan akan segera dibuka ketika Auckland sudah mencapai target vaksinasinya.

"Selama ini kami menjaga kontak dengan perwakilan sektor perhotelan, kami tahu betapa sulitnya," kata Ardern, Rabu (10/11).

"Namun cahaya berada di ujung terowongan, dalam waktu dekat kami akan melihat dibuka kembali ketika Auckland mulai mencapai target-target itu," tambahnya.

Ardern mengatakan kota itu bergerak dengan sistem 'lampu lintas' untuk mengelola wabah dibandingkan peraturan pembatasan sosial ketika 90 persen warga Auckland sudah divaksin lengkap. Sejauh ini sekitar 84 persen warga kota itu yang sudah menerima dua dosis vaksin Covid-19.

Meski Selandia Baru sempat dikritik karena program vaksinasi yang lambat, tapi kini sudah 80 persen warga yang memenuhi syarat vaksin sudah divaksin. Pemerintah mengatakan sekolah-sekolah di Auckland dapat menggelar kelas tatap muka 17 November mendatang.  

Tahun lalu Selandia Baru berhasil menghilangkan Covid-19 dengan peraturan pembatasan sosial yang ketat dan penutupan perbatasan sejak awal pandemi. Namun negara ini kesulitan menahan penyebaran virus corona varian Delta yang sangat menular.

Negeri Kiwi adalah salah satu negara dengan angka infeksi virus corona paling rendah di dunia. Selandia Baru hanya melaporkan sekitar 8.000 kasus infeksi dan 32 kasus kematian Covid-19. Selain 1,7 juta warga Auckland, kini warga beberapa daerah sekitarnya juga bisa kembali hidup normal meski perbatasan masih tetap ditutup.

sumber : Reuters
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA