Rabu 10 Nov 2021 12:42 WIB

39 Titik di Wilayah Daop 2 Rawan Longsor, Banjir, dan Ambles

Sebanyak 23 perlintasan liar ditutup pada 2021.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus raharjo
Warga melintas di perlintasan sebidang kereta tanpa palang pintu kawasan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (31/5/2021). KAI Commuter mencatat jumlah penumpang KRL pada pagi ini di seluruh stasiun mencapai 127.026 orang, jumlah ini mengalami penurunan sebesar satu persen dibandingkan dengan waktu yang sama pada pekan lalu yaitu 127.333 orang.
Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Warga melintas di perlintasan sebidang kereta tanpa palang pintu kawasan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (31/5/2021). KAI Commuter mencatat jumlah penumpang KRL pada pagi ini di seluruh stasiun mencapai 127.026 orang, jumlah ini mengalami penurunan sebesar satu persen dibandingkan dengan waktu yang sama pada pekan lalu yaitu 127.333 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---PT KAI Daop 2 Bandung mengaku masih ada 39 titik di wilayahnya yang rawan longsor, banjir, dan tanah ambles. Jumlah titik ini menurun dibandingkan dengan tahun 2020.

Manager Humasda Daop 2 Bandung, Kuswardoyo, mengatakan, pada 2020 tercatat sebanyak 44 titik rawan di jalur KA. Titik-titik tersebut rawan longsor, ambles dan banjir yang disebabkan oleh kondisi alam serta ada beberapa titik lokasi yang perlu diperhatikan terkait dengan keamanan lingkungan.

Baca Juga

Kuswardoyo menegaskan, tahun ini, sejumlah perbaikan terus dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan perjalanan KA. Termasuk, mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan yang timbul disebabkan kondisi alam yang cukup ekstrim di wilayah Daop 2 Bandung terutama di musim penghujan seperti saat ini.  

"Setelah melakukan berbagai upaya perbaikan, jumlah titik rawan di wilayah Daop 2 saat ini berkurang menjadi 39 titik rawan," ujar Kuswardoyo, Rabu (10/11).

Kuswardoyo mencontohkan, di petak Cipatat-Tagog Apu tepatnya di km 126 rawan longsor. Lalu, Padalarang-Cimahi Km 142 rawan longsor. "Pada 2020, lokasi tersebut sudah bisa diantisipasi dengan sejumlah perbaikan prasarana," katanya.

Untuk daerah yang rawan, menurut Kuswardoyo, contohnya Purwakarta-Ciganea di km 106-108 rawan longsor dan ambles, Sasaksaat-Cilame di km 147-149 rawan ambles, Padalarang-Cimahi di km 144-145 rawan longsor dan pohon tumbang, Cimekar-Rancaekek di km 171-172 rawan banjir, Banjar-Karangpucung di km 301 rawan longsor, Bojong-Karangpucung dan di km 303 rawan longsor batu.

Menurutnya, sejumlah perbaikan telah dilakukan. Meliputi perbaikan prasarana seperti pembersihan drainase, pembuatan pancangan paku alam dan beton talud penahan tanah, pembuatan pemecah aliran sungai dan lain sebagainya.

"Kehandalan sarana juga menjadi salah satu faktor penentu keselamatan perjalanan kereta api. Oleh karena itu, Daop 2 selalu konsisten dalam melakukan perawatan dan perbaikan setiap komponen sarana guna meminimalisir adanya gangguan selama perjalanan kereta api," kata Kuswardoyo.

Kemudian, kata dia, faktor keamanan pun menjadi perhatian khusus Daop 2 Bandung dalam mewujudkan safety no anjlokan. Untuk meminimalisir terjadinya gangguan Daop 2 Bandung konsisten dalam melakukan upaya pencegahan diantaranya melaksanakan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, melaksanakan pengawasan dan pengamanan lintas hingga koordinasi kewilayahan setempat.

Kuswardoyo mengatakan, salah satu kegiatan yang terus dilakukan PT KAI bersama dengan stakehoder yang ada yaitu dengan melakukan penutupan sejumlah perlintasan liar yang akan menimbulkan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas  maupun kecelakaan kereta api. Pada 2021, kata dia, KAI Daop 2 telah menutup sebanyak 23 perlintasan liar, sementara pada tahun 2020 tercatat sebanyak 20 perlintasan liar yang sudah ditutup.

Kuswardoyo menilai, perlunya kepedulian dan kesadaran dari semua pihak pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencegah potensi kecelakaan diperlintasan liar dengan tidak mengizinkan. Serta, bersama-sama menutup potensi timbulnya perlintasan liar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement