Rabu 10 Nov 2021 06:35 WIB

Indonesia Punya Kans ke Semifinal FIBA Women's Asia Cup

Timnas bola basket putri Indonesia mengunci posisi runner-up Grup B.

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto
Manajer timnas basket putri Indonesia, Christopher Tanuwidjaja (tengah).
Foto: REPUBLIKA/Israr Itah
Manajer timnas basket putri Indonesia, Christopher Tanuwidjaja (tengah).

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN -- Timnas bola basket putri Indonesia masih menjaga peluang untuk bisa promosi ke Divisi A Federasi Basket Internasional (FIBA) Women's Asia Cup 2021, meski di laga kedua kalah atas tuan rumah Yordania. Pada laga kedua penyisihan Grup B di Prince Hamza, Amman, para Srikandi Indonesia menelan kekalahan 62-76.

Di laga sebelumnya, Indonesia mampu menggasak Kazakhstan, 79-69. Dengan modal sekali kemenangan dan sekali kalah, timnas basket putri Indonesia mengunci posisi runner-up Grup B.

Posisi ini membuat Indonesia kemungkinan besar akan berhadapan melawan Iran untuk memperebutkan tiket semifinal. Iran sudah pasti menjadi juru kunci Grup A. Sedangkan Suriah dan Lebanon menempati posisi satu dan dua. Pertandingan Indonesia melawan Iran dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam, 10 November 2021.

"Meski menelan kekalahan dari Yordania peluang promosi masih tetap terbuka," ujar manajer timnas basket putri Indonesia, Christopher Tanuwidjaja, saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (9/11).

Itop, sapaan akrab Christopher, menjelaskan, timnas Iran secara skill individu kurang bagus, tapi Iran tim yang sangat rajin dan pekerja keras. Karena itu, para Srikandi Indonesia harus tetap waspada agar bisa menembus semifinal.

"Kami hari ini akan fokus mempelajari video rekaman pertandingan Iran dan juga akan menonton bersama-sama pertandingan Suriah melawan Lebanon. Semua ini dilakukan untuk mengumpulkan lebih banyak lagi data," jelas Itop.

Menurut Itop, menjelang pertandingan penentuan tersebut, para pemain dalam kondisi bagus. Skuad Merah Putih tetap semangat dan tak ada sedikitpun rasa kecewa atas hasil melawan Yordania.

Sebaliknya, Henny Sutjiono dkk lebih percaya diri. Ini karena para pemain menjadi lebih paham dengan kekuatan Yordania. "Pada laga kemarin kami main dengan data nol tentang para pemain Yordania, beda dengan saat menghadapi Kazakhstan."

Itop menambahkan, ada masalah pada Kadek Pratita Citta Dewi yang masih dalam pengawasan karena saat kuarter pertama vs Yordania, dia jatuh keras dan sempat cedera. "Kami akan pantau terus kondisinya melalui beberapa treatment yang sudah kami mulai dari semalam," kata dia.

Para Srikandi Basket Indonesia sebenarnya membuat start apik pada gim vs Yordania. Tim asuhan Lin Chi Wen memimpin 27-23 pada kuarter awal. Namun tuan rumah membuat beberapa penyesuaian untuk berbalik unggul tipis 40-39 saat halftime.

Indonesia memberikan perlawanan ketat pada kuarter ketiga dengan memasukkan 13 poin dan kemasukan 16 poin. Skor 56-52 untuk tuan rumah membuat gim masih terbuka untuk kedua tim.

Petaka terjadi pada kuarter pamungkas. Sejumlah upaya Indonesia mencetak poin macet. Sebaliknya, tuan rumah terus menambah poin. Selama lima menit lebih, Agustin Elya Gradita Retong dkk hanya mencetak empat poin, sementara Yordania mengemas 13 poin.

Pemain naturalisasi Yordania asal Amerika Serikat yang bermain untuk klub Washington Mystics, Natasha Cloud, menjadi inspirasi kemenangan timnya. Ia mencetak dua tembakan tiga poin dan memberikan assist untuk poin-poin Yordania.

Natasha mengakhiri laga dengan mencetak 19 poin, sembilan assist, dan tujuh rebound untuk Yordania. Marya Al Hinn juga menyumbang 19 poin.

Adapun para pengumpul poin Indonesia saat melawan Kazakhstan gagal mengulangi performa impresifnya. Kimberley yang sebelumnya mencetak 31 poin hanya bisa menyumbang 13 poin. Angka tertinggi Indonesia justru datang dari Kadek Pratita yang mencetak 17 poin, sembilan poin di antaranya dari tembakan tiga angka. Tak ada pemain lain dari Indonesia yang menembus dobel digit.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement