Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Ini 5 Cara Anstisipasi Lonjakan Covid-19 di Akhir Tahun

Rabu 10 Nov 2021 05:27 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Muhammad Subarkah

Wisatawan beraktivitas di kawasan wisata alam Kawah Putih, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada liburan Nataru di tahu 2020. Republika/Thoudy Badai

Wisatawan beraktivitas di kawasan wisata alam Kawah Putih, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada liburan Nataru di tahu 2020. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Satgas Imbau Lima Langkah Cegah Lonjakan Kasus Libur Akhir Tahun

REPUBLIKA, JAKARTA--Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan semua pihak untuk mengantisipasi lonjakan kasus pascalibur akhir tahun. Wiku mengatakan, terdapat beberapa hal yang harus dilakukan bersama untuk mencegah lonjakan kasus di awal tahun 2022.

Pertama, menjalankan protokol kesehatan 3M di mana pun dan kapan pun secara komprehensif dan konsisten dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
 
"Artinya tidak terpisah-pisah menjalankan tiga poin protokol kesehatan ini, ketiganya harus terintegrasi mengingat satu dan upaya lainnya saling mengisi celah penularan Covid-19," kata Wiku dalam konferensi pers secara daring, Selasa (9/11).
 
Kedua, Wiku mengimbau masyarakat segera menyegerakan vaksinasi Covid-19. Wiku menjelaskan, vaksinasi tidak hanya berguna melindungi diri sendiri tetapi juga bisa melindungi orang yang rentan atau yang tidak bisa divaksin.

 
"Misalnya untuk saat ini anak kurang dari 12 tahun ataupun orang dengan komplikasi kesehatan tertentu dapat terlindungi, karena menjamin lingkaran interaksi mereka dengan orang yang peluang tertularnya lebih rendah," kata Wiku.
 
Wiku melanjutkan, langkah ketiga, masyarakat diminta berinisiatif melakukan testing atau pengobatan Covid-19, jika merasakan gejala mirip Covid 19. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan karena terdeteksi lebih cepat dan juga demi meningkatkan angka kesembuhan karena ditindaklanjuti lebih cepat.

Lalu keempat, masyarakat diminta menganalisis resiko penularan sebelum berkegiatan, mulai dengan memperhatikan sirkulasi udara dan durasi kegiatan lebih singkat.

 
Selain itu masyarakat perlu mempertimbangkan urgensi untuk berpergian khususnya bagi mereka yang sedang merasa tidak dalam keadaan fit. Wiku secara khusus mengimbau masyarakat yang merasakan gejala maupun kontak erat dengan Covid-19 untuk tidak melakukan aktivitas luar ruang dan perjalanan demi keamanan diri sendiri dan orang lain di sekitar kita.

"Dan yang kelima adalah mengikuti perkembangan kebijakan yang berlaku dan mematuhinya. Dalam masa pandemi, masyarakat diminta untuk adaptif dengan penerapan gas rem yang ada melalui upaya terus mengikuti perkembangan kasus maupun kebijakan yang ada," katanya.

 
Wiku mengingatkan pentingnya kedisiplinan agar kebijakan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam pengendalian Covid-19. Sebab, belajar dari pengalaman libur panjang selama pandemi Covid-19 hampir dua tahun terakhir, kelalaian protokol kesehatan maupun kurang terkendalinya mobilitas dapat memicu lonjakan kasus Covid-19.
 
Ia menegaskan, pemerintah tidak melarang masyarakat menjalankan kegiatan di akhir tahun. Namun, aspek kehati-hatian harus tetap menjadi pedoman masyarakat dalam berkegiatan agar  kasus Covid-19 yang sudah baik saat ini tetap terkendali.
 

"Melalui segala persiapan dan kerja keras untuk menerapkannya maka kita bersama dapat mencegah lonjakan kasus atau gelombang kasus baru lainnya," kata Wiku.

 
 
 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA