Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Perubahan Iklim Ubah Cita Rasa Kopi di Dunia

Rabu 10 Nov 2021 06:35 WIB

Red: Nora Azizah

Perubahan iklim membuat pohon kopi kini semakin jarang ditemukan.

Perubahan iklim membuat pohon kopi kini semakin jarang ditemukan.

Foto: young_n from pixabay
Perubahan iklim membuat pohon kopi kini semakin jarang ditemukan.

REPUBLIKA.CO.ID, 

Oleh: Adysha Citra Ramadani

Baca Juga

Perubahan iklim memiliki dampak yang serius terhadap beragam isu lingkungan di dunia. Kondisi ini ternyata turut mempengaruhi perubahan cita rasa kopi di berbagai belahan dunia.

Saat ini, pohon kopi tumbuh pada lebih dari 27 juta hektar lahan di dunia. Sebagian besar dari pohon kopi ditanam di perkebunan kecil yang tersebar di lebih dari 50 negara.

Pohon kopi tumbuh dengan baik di bawah iklim tropis dengan suhu sedang dan tanah yang kaya. Kondisi ideal untuk menumbuhkan pohon kopi arabika adalah pada suhu 13,9 derajat Celsius, dengan curah hujan tahunan 990,6-2.692,4 mm per tahun, dan musim kemarau tahunan yang berlangsung sekitar 1-3 bulan.

Perubahan iklim membuat cuaca menjadi semakin ekstrim dan kondisi ideal untuk menumbuhkan pohon kopi semakin jarang ditemukan. Kondisi ini turut berimbas pada perubahan aroma dan rasa kopi yang dihasilkan.

Seperti dilansir WebMD, Rabu (10/11), peneliti mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor yang memberikan pengaruh buruk terhadap kualitas kopi. Sebagian di antaranya adalah terlalu banyak paparan panas dan cahaya serta terlalu sedikit air. Perubahan iklim membuat faktor-faktor ini mengalami peningkatan.

Kopi juga diketahui rentan terhadap peningkatan kadar karbon dioksida. Karbon dioksida merupakan produk sampingan dari pembakaran bahan bakar fosil. Seperti diketahui, emisi karbon dari pembakaran bahan bakar fosil merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Hal ini diungkapkan dalam sebuah ulasan dalam Frontiers in Plant Science. Tim peneliti mengatakan perubahan yang terjadi tak hanya berkaitan dengan aroma dan rasa kopi, tetapi juga senyawa-senyawa dalam kopi yang berkaitan dengan kesehatan dan nutrisi manusia.

Ulasan ini melibatkan 73 studi yang berfokus pada faktor-faktor lingkungan dan praktek pertanian yang berkaitan dengan perubahan iklim. Hal ini termasuk adaptasi yang dilakukan petani dalam menghadapi perubahan pola cuaca.

Baca juga : Perubahan Iklim Bisa Bikin Kopi Favorit tak Senikmat Dulu

Tim peneliti mengungkapkan bahwa ada beberapa teknik berkebun yang dapat mencegah dampak buruk perubahan iklim terhadap kualitas kopi. Salah satu di antaranya adalah membangun struktur yang dapat meminimalkan paparan cahaya dan mengurangi panas pada lahan kebun kopi.

Ulasan ini masih memiliki keterbatasan karena bukan sebuah eksperimen terkontrol yang dirancang untuk membuktikan dengan tepat mengenai hal apa yang bisa melindungi kopi dari perubahan iklim. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi strategi bermanfaat dalam mengoptimalkan kopi.

Penelitian lebih lanjut juga perlu dilakukan untuk mengetahui dampak perubahan iklim terhadap manfaat kopi bagi kesehatan. Seperti diketahui, konsumsi kopi berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung, beberapa jenis kanker, diabetes tipe 2, dan penurunan kognitif. Selain itu, kopi juga diketahui turut berperan dalam memperpanjang harapan hidup.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA