Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Perum PPD Jajaki Pengadaan Bus Listrik

Selasa 09 Nov 2021 21:33 WIB

Red: Fuji Pratiwi

Ilustrasi bus listrik. Perum PPD menjajaki kerja sama pengadaan bus listrik.

Ilustrasi bus listrik. Perum PPD menjajaki kerja sama pengadaan bus listrik.

Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Perum PPD akan mengkonversi bus berbahan bakar diesel menuju bus listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD) menjajaki kerja sama pengadaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dengan PT Sinar Armada Globalindo.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa dengan Direktur Utama PT Sinar Armada Globalindo Johannes Herwanto. Perum PPD akan melakukan konversi peremajaan bus berbahan bakar diesel menuju bus listrik.

Baca Juga

"Hal ini sebagai upaya pembuktian konsistensi dan pengurangan polusi udara yang disebabkan oleh penggunaan pribadi dan mendukung program pemerintah," kata Pande dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (9/11).

Pande menambahkan, kerja sama pengadaan bus listrik itu juga untuk menjalankan amanat dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Tujuannya, mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak dan meningkatkan ketahanan energi nasional serta menjadikan Indonesia yang bebas emisi karbon atau Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

"Dalam rencana peremajaan bus tersebut, Perum PPD berencana melakukan pengadaan 100 unit bus listrik di 2022," ujar Pande.

Pande menjelaskan, PT Sinar Armada Globalindo memiliki produk bus listrik bernama SAG. Bus itu merupakan bus listrik paling ringan di kelasnya dengan bobot asli dalam keadaan kosong hanya 12.332 kilogram.

Bus tersebut juga dilengkapi oleh fire protection system dan hepa filter membuat bus dengan kapasitas 60 penumpang ini mantap digunakan untuk peruntukan sebagai angkutan umum perkotaan.

Pande berharap penandatangan MoU itu juga menjadi dimulainya sejarah baru transportasi umum di Ibu Kota dengan mulai beralih dari penggunaan transportasi pribadi. Peralihan tersebut menciptakan ekosistem dari kendaraan listrik di Indonesia bisa semakin cepat berkembang dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya.

"Bus listrik dapat memainkan peran penting di masa depan, selain emisi rendah jauh dari itu dapat menciptakan kehidupan lebih baik termasuk bagi anak cucu dan generasi mendatang," tutur Pande.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA