Selasa 09 Nov 2021 14:45 WIB

Intensitas Hujan Tinggi, Wagub Optimistis Jakarta tak Banjir

Wagub mengatakan adanya genangan beberapa waktu terakhir karena curah hujan ekstrem

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Bayu Hermawan
 Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.
Foto: @ArizaPatria
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan, intensitas hujan memang mulai meninggi saat ini. Namun demikian, dirinya optimis jika DKI Jakarta tidak akan mengalami banjir ke depannya.

"Memang ada peningkatan akibat intensitas hujan yang tinggi. Tetapi Alhamdulillah sampai hari ini, sampai ke depan semoga tidak ada banjir di Jakarta," kata Riza saat ditemui di Balai Kota DKI, Selasa (9/11).

Baca Juga

Sebaliknya, kata dia, efek dari adanya hujan ekstrim belakangan, adalah keberadaan genangan-genangan di beberapa titik di DKI. Meski demikian, dia mengaku telah mengupayakan agar genangan-genangan tersebut surut dalam waktu cepat dengan adanya sumur-sumur resapan.

"Tapi Alhamdulillah dengan berbagai upaya genangan itu surut kembali. Salah satu upayanya termasuk menghadirkan pompa statis dan mobile bahkan pompa damkar dalam upaya memindahkan air," ujarnya.

Sebelumnya, dia mengatakan, jika keterbatasan dana untuk menangani banjir memang dialami DKI Jakarta. Namun demikian, keterbatasan dana, diakuinya tidak hanya dialami DKI, melainkan juga semua provinsi di Indonesia.

"Sekalipun kalau teman-teman cek data APBD yang dianggarkan untuk pengendalian banjir itu, (DKI) termasuk yang paling tinggi se-Indonesia dibandingkan provinsi lain," kata Riza saat ditemui di DPRD DKI Jakarta, Senin (8/11).

Riza menambahkan, pihaknya akan tetap berkomitmen menangani banjir DKI. Tetapi, terlepas dari banyaknya anggaran yang dialokasikan, katanya, penanganan banjir tetap membutuhkan waktu.

"Tidak bisa dalam satu atau tahun, atau satu hingga dua periode. Butuh waktu yang cukup ya," jelasnya.

Ditanya berapa jumlah APBD DKI untuk penanganan banjir, Riza mengaku belum bisa menyebutkan angka rincinya. Tetapi, menurut Riza, anggaran khusus pembebasan lahan di DKI untuk periode ini lebih dari Rp 1,5 triliun. Bahkan, untuk waduk saja, disebutnya menelan biaya Rp 1,2 triliun.

"Jadi banyak sekali anggaran dan lain-lain saya tidak hafal detailnya. Sumur resapan saja kalau tidak salah tidak kurang sampai Rp 400 miliar ya," kata Riza. 

Baca juga : Pinjam Dana untuk Formula E, Ini Kata Pemprov DKI

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement