Selasa 09 Nov 2021 11:40 WIB

Bank Syariah RI Punya Andil Besar dalam Pengembangan Eksyar

Bank syariah di Indonesia harus terus berkembang sejalan dengan pengembangan eksyar.

Perbankan Syariah.  (ilustrasi)
Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Perbankan Syariah. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Fauziah Mursid, Lida Puspaningtyas

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai pentingnya penguatan bank syariah di Indonesia. Ini karena bank syariah memiliki peran strategis untuk mewujudkan Indonesia menjadi pusat keuangan syariah dunia.

Baca Juga

"Dalam hal ini bank syariah merupakan pilar penting dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah lainnya, khususnya dalam industri produk halal dan perluasan usaha syariah," kata Wapres saat memberikan Keynote Speech di acara The 2021 Sebelas Maret International Conference on Islamic Economics secara virtual, Selasa (9/11).

Wapres menyebut, bank syariah di masa depan setidaknya memiliki tiga peran penting. Pertama, yakni memfasilitasi permodalan kepada pelaku yang bergerak di industri produk halal, kedua, memberikan akses kepada seluruh pelaku bisnis, baik yang besar, menengah, maupun yang kecil. Lalu ketiga, dapat melayani transaksi besar dan bertaraf global.

Wapres mengatakan, bank syariah di Indonesia harus terus berkembang sejalan dengan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Apalagi, industri produk halal yang sedang dibangun nantinya tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berorientasi pada pasar global, 

Sehingga, semakin meningkatkan keterbukaan ekonomi dan hubungan ekonomi antar negara."Oleh karena itu, bank syariah yang ada saat ini harus ditingkatkan peranannya agar lebih mampu melayani transaksi besar dan bertaraf global, tanpa melupakan pembiayaan para pelaku usaha domestik, khususnya pelaku UMKM," kata Wapres.

Wapres mengungkap, Pemerintah menggabungkan tiga bank syariah milik Himbara menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai salah satu penguatan bank syariah. Selain itu, Pemerintah melakukan upaya penguatan bank syariah dengan mendorong bank-bank pembangunan daerah (BPD) dikonversi menjadi bank syariah, di samping unit-unit syariah yang ada pada BPD.

Wapres berharap langkah ini dapat meningkatkan kemampuan pembiayaan syariah oleh bank syariah, baik yang sifatnya bank umum maupun bank daerah. Selain itu, Wapres menilai perlu berbagai upaya peningkatan lainnya agar peran bank syariah lebih optimal.

"Antara lain penyiapan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia, pemanfaatan teknologi berbasis digital, pengembangan inovasi yang berkelanjutan dalam hal menciptakan produk dan layanan baru, perluasan jaringan layanan perbankan syariah hingga ke daerah-daerah, perluasan literasi kepada masyarakat," katanya.

Untuk mewujudkan Indonesia menjadi pusat keuangan syariah dunia, BSI melakukan ekspansi pasar ke wilayah Timur Tengah. Saat ini BSI sudah mengantongi izin prinsip operasional dari otoritas keuangan Dubai, Dubai International Financial Center (DIFC).

Menurut Direktur Utama BSI Hery Gunardi kehadiran BSI di Dubai merupakan langkah strategis. Langkah ini pun menandai rekam jejak pertama BSI di pasar global. BSI akan menjadi bank dari Indonesia pertama yang memiliki kantor perwakilan di kawasan Timur Tengah.

Dengan ekspansi ini, BSI berharap dapat mewujudkan misinya sebagai Top 10 Global Islamic Bank berdasarkan kapitalisasi pasar pada 2025. Kehadiran BSI di Dubai diharapkan tidak hanya dapat berkontribusi pada pengembangan industri perbankan syariah di Indonesia.

BSI akan mengoptimalkan potensi bisnis di Dubai tersebut sebagai jembatan penghubung antara Indonesia dan investor global. Agar dapat menginvestasikan dananya pada proyek-proyek pemerintah, BUMN dan juga untuk proyek-proyek pembangunan lainnya di Tanah Air.

"Kehadiran BSI di Dubai juga diharapkan akan memperkuat hubungan bilateral dan multilateral antara Indonesia dengan negara-negara GCC di Timur Tengah," katanya baru-baru ini.

Pengamat BUMN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Toto Pranoto menjelaskan, sebetulnya perbankan di Tanah Air telah masuk dalam tahap ASEAN integrated bank. Artinya, bank-bank besar di kawasan Asia Tenggara dapat membuka cabang untuk menghimpun dana sekaligus menyalurkan pembiayaan di negara-negara anggota ASEAN.

"Kita sudah masuk area ASEAN integrated bank dan Bank BSI bisa berkompetisi dan membuka cabang di negara ASEAN lain," kata Toto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement