Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Atasi Bencana, Pemkab Garut Siapkan Rp 12 Miliar

Senin 08 Nov 2021 17:20 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Hiru Muhammad

Petugas membuat jembatan darurat di Desa Sukakilah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Senin (8/11). Sebelumnya, jembatan di wilayah itu rusak akibat terdampak banjir bandang pada Sabtu (6/11).

Petugas membuat jembatan darurat di Desa Sukakilah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Senin (8/11). Sebelumnya, jembatan di wilayah itu rusak akibat terdampak banjir bandang pada Sabtu (6/11).

Foto: Koramil Cisurupan Garut
Terdapat sejumlah titik wilayah rawan bencana di Kabupaten Garut.

REPUBLIKA.CO.ID,GARUT--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menyediakan anggaran sekitar Rp 12 miliar untuk penanganan bencana. Anggaran itu akan digunakan apabila kejadian bencana berdampak kepada warga.

Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, terdapat sejumlah titik wilayah rawan bencana di Kabupaten Garut. Beberapa wilayah Kabupaten Garut juga sudah terjadi bencana, seperti pergerakan tanah, longsor, dan banjir bandang. "Kita juga sudah menyediakan BTT (belanja tak terduga) sebesar Rp 12 miliar. Insyaallah itu cukup," kata dia, Senin (8/11).

Ihwal kejadian banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Sukaresmi, Rudy mengatakan, Pemkab Garut telah menetapkan status tanggap darurat bencana untuk kecamatan itu. Status tanggap darurat ditetapkan selama tujuh hari. Diharapkan, penanganan bencana di Kecamatan Sukaresmi dapat selesai dalam waktu tujuh hari.

Sementara untuk wilayah kecamatan lainnya, ia mengingatkan, untuk selalu waspada menghadapi bencana. Sebab, saat ini wilayah Kabupaten Garut sudah memasuki musim hujan. 

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut telah menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan longsor untuk seluruh wilayah Kabupaten Garut. Status itu berlaku sejak November 2021 hingga Januari 2022. 

Berdasarkan catatan Republika dalam beberapan hari terkahir sudah terjadi sejumlah bencana di Kabupaten Garut. Bencana tanah longsor misalnya, terjadi di Kecamatan Talegong pada Kamis (4/11). Selain itu, terjadi banjir bandang di Kecamatan Sukaresmi pada Sabtu (6/11). Terkahir, bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Cilawu pada Ahad (7/11).

 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA