Ahad 07 Nov 2021 16:50 WIB

Badan Cuaca China Keluarkan Peringatan Badai Salju Level 2

Salju turun 23 hari lebih awal dari tahun-tahun biasanya di Ibukota Beijing.

Rep: Lintar Satria/ Red: Dwi Murdaningsih
Seorang staf berjalan di halaman Kedutaan Besar RI yang berselimut salju, di Beijing, China, Ahad (7/11/2021). Akibat badai salju, Otoritas China mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat setempat untuk mewaspadai rendahnya suhu udara pada musim dingin tahun ini yang lebih ekstrem dibandingkan musim dingin pada tahun-tahun sebelumnya.
Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie
Seorang staf berjalan di halaman Kedutaan Besar RI yang berselimut salju, di Beijing, China, Ahad (7/11/2021). Akibat badai salju, Otoritas China mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat setempat untuk mewaspadai rendahnya suhu udara pada musim dingin tahun ini yang lebih ekstrem dibandingkan musim dingin pada tahun-tahun sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Badan Cuaca China mengeluarkan peringatan orange badai salju, level tertinggi kedua pada Ahad (7/11). Negeri Tirai Bambu itu dilanda gelombang dingin yang dikhawatirkan mengganggu lalu lintas dan memicu wabah flu di tengah naiknya kasus infeksi Covid-19.

Pusat Meteorologi Nasional China memprediksi cuaca buruk di bagian timur laut negara itu. Ketebalan salju di beberapa wilayah diprediksi mencapai 45 milimeter atau 1,8 inchi dalam 24 jam dan diperkirakan terjadi hujan salju lebat di seluruh wilayah bagian utara.

Baca Juga

Salju turun 23 hari lebih awal dari tahun-tahun biasanya di Ibukota Beijing. Sementara suhu udara pada Ahad malam diprediksi akan turun sampai ke titik terendahnya dalam satu dekade terakhir.

Pusat Meteorologi Nasional menambahkan cuaca dingin juga menyapu Beijing ke Shanghai hingga Guangzhou. Menekan suhu hingga 14 derajat Celcius.

Gelombang dingin yang dapat memicu wabah flu terjadi saat 20 kota lebih di utara China melaporkan kasus infeksi Covid-19. Selain itu sejak pertengahan Oktober juga terjadi wabah sporadis di di barat daya, di Kota Chongqing dan Provinsi Sichuan dan Yunnan.

Ratusan ribu orang warga Beijing keluar rumah untuk menikmati tempat-tempat wisata bersalju seperti Kota Terlarang dan  Universal Studios Resort meski pemerintah menerapkan pembatasan sosial Covid-19. Sekitar 300 orang anggota Komite Pusat Partai Komunis China juga bersiap menggelar rapat pada Senin (8/11) dan Selasa (9/11).

Surat kabar yang didukung pemerintah Beijing Daily melaporkan salju-salju di pemukiman yang masuk dalam pembatasan sosial Covid-19 mungkin tidak akan dipindah ke luar zona kontrol.

sumber : reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement