Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Jabar Pastikan Pengangkutan Sampah ke TPA tak Tersendat

Ahad 07 Nov 2021 14:36 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Bilal Ramadhan

Sejumlah pemulung memilah sampah plastik untuk dijual kembali ke pengepul di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (19/2).

Sejumlah pemulung memilah sampah plastik untuk dijual kembali ke pengepul di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (19/2).

Foto: Republika/Abdan Syakura
TPA Sarimukti satu-satunya tempat pembuangan akhir yang beroperasi di Bandung Raya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sampah-sampah yang berada di tempat pembuangan sementara (TPS) belum bisa terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA). Hal tersebut terjadi akibat pembuangan sampah di Bandung Raya terhambat ke TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Hal itu disinyalir keterlambatan pengiriman bahan bakar minyak (BBM) untuk alat berat di lokasi TPA.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat memastikan operasional TPA Sarimukti berjalan lancar. Agar, keberlanjutan penanganan sampah dari empat kota dan kabupaten di Bandung Raya tetap berjalan.

Baca Juga

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar Prima Mayaningtias, sampai saat ini TPA Sarimukti adalah satu-satunya tempat pembuangan akhir sampah yang beroperasi di wilayah Bandung Raya. Sehingga, menjadi andalan dalam mewujudkan kondisi wilayah perkotaan yang bersih dan sehat.

Berdasarkan data sampah yang masuk pada Tahun 2021, sampah yang ditimbun pada saat ini berjumlah mencapai 1.943 ton/hari, dengan penyumbang sampah terbesar adalah Kota Bandung sebesar 1.320 ton/hari.

"TPK Sarimukti juga menampung sampah yang diambil dari Sungai Citarum sebagai bagian dari Program Citarum Harum," ujar Prima, kepada wartawan, Sabtu (6/11).

Terkait adanya dinamika operasional, menurut Prima saat ini tengah ditangani. "Memang ada sedikit permasalahan terkait stock BBM yang menipis, hal ini dikarenakan suplai BBM yang digunakan oleh alat berat untuk melakukan kegiatan sanitary landfill sedikit terlambat. Sehingga proses pengaturan pembuangan sampah menjadi lambat dan sedikit terganggu," paparnya.

Namun Prima mengatakan, meski ada hambatan pihaknya memastikan tidak menghentikan bahkan menutup TPA Sarimukti. "Jika ada yang mengabarkan hal itu, kami memastikan bahwa kabar tersebut tidak benar, hanya saja memang ada sedikit keterlambatan sehingga berjalan kurang optimal," katanya.

Saat ini pengiriman BBM akan segera dilakukan agar operasional TPA Sarimukti dapat berjalan kembali secara optimal. Prima pun menegaskan permasalahan sampah bukanlah tugas tunggal Pemerintah Provinsi. Permasalahan sampah merupakan tanggung jawab semua pihak.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung Dudy Prayudi mengatakan, sampah-sampah yang berada di tempat pembuangan sementara (TPS) belum bisa terangkut ke TPA.

"Iya ada dampaknya, saat in sampah yang ada di TPS belum bisa terangkut ke TPA," ujar Dudy.

Saat ini, kata dia, pihaknya tengah menunggu langkah DLH Jabar untuk pengiriman BBM dari Pertamina. "Mudah-mudahan dapat cepat dilakukan pengiriman BBM untuk operasional loader di TPA Sarimukti," katanya.

Perlu diketahui, informasi mengenai tak bisa beroperasinya TPA Sarimukti karena pasokan BBM ini juga tersebar di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Info KBB di Facebook. Dalam narasinya, terpampang deretan truk sampah milik DLH Kabupaten Bandung Barat terparkir di halaman UPT Kebersihan KBB di Jalan Gedong V, Padalarang.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA