Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Banjir Rob Rendam Permukiman dan Rumah Sakit Mamuju

Sabtu 06 Nov 2021 23:40 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Seorang pedagang roti melintasi genangan banjir rob. Banjir rob di Mamuju merendam separuh permukiman warga hingga setinggi lutut orang dewasa. Ilustrasi.

Seorang pedagang roti melintasi genangan banjir rob. Banjir rob di Mamuju merendam separuh permukiman warga hingga setinggi lutut orang dewasa. Ilustrasi.

Foto: Antara/Aswaddy Hamid
Banjir rob di Mamuju merendam separuh permukiman warga hingga setinggi lutut

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Banjir rob akibat air laut pasang merendam permukiman warga dan rumah sakit Bhayangkara yang terdapat di pesisir Kota Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Banjir Rob yang terjadi Sabtu (6/11) petang telah merendam kelurahan di pesisir Kota Mamuju. Di antaranya permukiman warga Kelurahan Binanga dan Kecamatan Mamuju serta Kelurahan Karema, Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju.

Banjir rob yang yang terjadi di Lingkungan Kasiwa, Kelurahan Binanga, Mamuju mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu. "Banjir laut pasang dari perairan Sulawesi ini merendam separuh permukiman warga yang umumnya berprofesi sebagai nelayan di pesisir pantai di lingkungan Kelurahan Karema, Kota Mamuju," ujar Anca, salah seorang warga setempat.

Baca Juga

Ia mengatakan air laut pasang disertai ombak besar datang menerjang pesisir Kelurahan Karema. Akibatnya separuh permukiman warga terendam banjir setinggi lutut orang dewasa.

"Air laut pasang juga terjadi tiga tahun lalu tapi banjir rob kali ini cukup parah dibandingkan sebelumnya. Banjir rob ini patut diwaspadai karena berpotensi masih terjadi hingga tiga hari kedepan," katanya.

Banjir rob di Kelurahan Simboro merendam rumah sakit Bhayangkara sehingga pelayanan medis dirumah sakit itu menjadi terganggu. "Gelombang pasang mampu melewati jalan arteri dan sejumlah sungai, sehingga mengakibatkan air laut merendam separuh permukiman warga dan juga rumah sakit Bhayangkara yang terletak di pesisir Mamuju," kata Haerul, salah seorang warga.

Masyarakat mengungsikan barangnya ke tempat yang lebih tinggi karena khawatir terendam banjir. Ia berharap tanggul penahan air laut dipasang pemerintah supaya banjir rob tidak lagi menggenangi permukiman warga sekitar pesisir Kota Mamuju.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA