Sabtu 06 Nov 2021 13:20 WIB

BTN Bidik Penyaluran KPR Non Subsidi Rp 10,3 Triliun

BTN menggelar roadshow di lima kota di Indonesia untuk menggaet nasabah milenial.

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya
Warga berjalan di perumahan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank BTN di Kelurahan Tegal Gede, Sumbersari, Jember, Jawa Timur. ilustrasi
Foto: Antara/Seno
Warga berjalan di perumahan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank BTN di Kelurahan Tegal Gede, Sumbersari, Jember, Jawa Timur. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Setelah dirilis akhir Oktober 2021 lalu, fitur Graduated Payment Mortgage  pada KPR BTN Gaess for Millenial gencar disosialisasikan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, salah satunya lewat ajang roadshow di lima kota besar di Indonesia. Adapun fitur Graduated Payment Mortgage (GPM)  digagas BTN untuk menggaet para millenial untuk membeli rumah dengan KPR BTN Gaess For Millenial , fitur tersebut memudahkan milenial karena angsurannya cenderung ringan di beberapa tahun pertama dengan perhitungan suku bunga kredit yang lebih kompetitif.

Executive Vice President Nonsubsidized Mortgage & Personal Lending Division (NSLD) BTN Suryanti Agustinar mengatakan roadshow tersebut dilakukan untuk mengejar target penyaluran KPR Non Subsidi sebesar Rp 10,3 triliun pada tahun ini.

Baca Juga

“Kami melakukan roadshow untuk melakukan pendekatan langsung ke millenial yang saat ini menjadi segmen yang paling diincar BTN, diharapkan KPR BTN Gaess for Millenials ini dapat mendominasi 60 persen dari keseluruhan penyaluran KPR non Subsidi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (6/11).

Untuk mengejar target tersebut, BTN menggelar roadshow di Daerah Istimewa Yogyakarta, Medan, Surabaya, Bandung dan Makassar. Adapun lima kota tersebut, menurut Suryanti, memiliki potensi besar karena populasinya tinggi, dengan tingkat pendapatan per kapita masyarakatnya juga besar, dan tentu saja memiliki jumlah penduduk usia millenial cukup banyak. 

“Kami pernah melakukan roadshow ini saat pertama kali Kpr BTN Gaess for Millenial diluncurkan 2018 di kota yang sama dan berhasil menarik animo yang tinggi, tahun ini kami harap juga demikian apalagi ekonomi sudah mulai pulih, dan sektor properti bangkit,” kata Suryanti. 

Menurut Suryanti, fitur GPM yang disematkan dalam KPR BTN Gaess for Millenials sangat tepat dimanfaatkan oleh para milenial yang memiliki perencanaan keuangan matang karena fitur ini sesuai dengan kondisi finansial  dan tidak  tidak  terlalu membebani kantong mereka karena pada  dua tahun pertama cicilannya ringan. Adapun Fitur GPM yang diunggulkan antara lain suku bunga promo lebih rendah dan diperhitungkan secara berjenjang yaitu sebesar 4,75 persen selama dua tahun pertama pinjaman, dibandingkan dengan KPR biasa yang menggunakan skema fix and cap (bunga naik satu persen tiap tahun selama tiga tahun pertama), sehingga besar angsuran GPM lebih rendah dibanding angsuran KPR reguler pada awal masa kredit. 

Setelah itu, pembayaran angsuran akan meningkat secara stabil sesuai dengan asumsi kenaikan penghasilan calon debitur setiap tahunnya. Suryanti menjelaskan keringanan cicilan yang dimaksud dengan simulasi sebagai berikut, jika milenials membeli rumah seharga Rp 500 juta dengan uang muka sebesar lima persen, maka angsuran awal dengan fitur GPM, hanya perlu mencicil Rp 2,8 juta per bulan. Sementara tanpa fitur GPM cicilannya akan mencapai sekitar Rp 3,1 juta.

Adapun untuk mengajukan aplikasi KPR BTN Gaess for Millenials dengan fitur GPM ini, nasabah harus memenuhi sejumlah syarat, diantaranya berusia 21-35 tahun, memiliki pekerjaan dan status sebagai karyawan tetap dengan penghasilan tetap.  

Adanya penambahan fitur anyar pada KPR BTN Gaess For Millenial,  Suryanti  berharap BTN menjadi Top of Mind para millenial ketika ingin membeli rumah. Seperti yang diketahui, BTN tahun ini mengejar pertumbuhan KPR Non Subsidi di atas Rp 10,3 triliun. Adapun realisasi KPR BTN Gaess For Millenial  sejak 2019 sampai September 2021 sebesar Rp 15,2 triliun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement