Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

PM Shtayyeh Kutuk Penembakan Anak Palestina oleh Israel 

Sabtu 06 Nov 2021 12:04 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Militer Israel lakukan serangkaian serangan di Tepi Barat . Ilustrasi tentara Israel 

Militer Israel lakukan serangkaian serangan di Tepi Barat . Ilustrasi tentara Israel 

Foto: AP/Majdi Mohammed
Militer Israel lakukan serangkaian serangan di Tepi Barat

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH— Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengutuk keras penembakan fatal terhadap anak Palestina Mohammad Da'das, 15, oleh pasukan pendudukan Israel pada Jumat (5/11).

Kejadian yang terjadi di Nablus tersebut menggambarkan insiden itu sebagai "terorisme negara terstruktur".

Baca Juga

Da'das terkena peluru di perut, dan dilarikan ke rumah sakit. Dokter memeriksa kondisi Da'das dan menyatakan bahwa detak jantung anak tersebut sudah berhenti. Anak itu diumumkan meninggal tak lama setelah masuk ke rumah sakit.

Shtayyeh mendesak komunitas internasional dan organisasi hak asasi manusia untuk ikut campur dalam mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia Israel yang sedang berlangsung.

Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina juga mengutuk pembunuhan itu, dan meminta pemerintah Israel bertanggung jawab penuh atas kejahatan itu dan atas segala konsekuensinya.

Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menganggap komunitas internasional dan badan-badan PBB yang secara langsung bertanggung jawab atas konsekuensi dari pembunuhan anak Palestina itu hanya diam dan tidak bertindak terhadap kejahatan pendudukan Israel.

Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina juga menuntut Pengadilan Kriminal Internasional untuk segera memulai penyelidikan atas kejahatan ini.

Menurut Defense for Children International, setidaknya 12 anak Palestina ditembak dan dibunuh oleh pasukan pendudukan Israel di Tepi Barat yang diduduki sejak awal tahun dan hingga 25 Agustus. 

Sementara itu, serangkaian tindakan permusuhan Zionis terhadap warga Palestina di berbagai bagian tanah dan wilayah yang diduduki pun masih berlangsung. Menurut laporan tersebut, dilansir dari Mehr News, Rabu (3/11), bentrokan sengit pecah antara warga Palestina dan pasukan Israel, menyusul serangan brutal pasukan Zionis ke Tepi Barat.

Akibatnya, 11 warga Palestina ditahan tanpa tuduhan apapun. Sementara Kamar Gabungan Kelompok Perlawanan Palestina baru-baru ini mengutuk kejahatan rezim Zionis di tanah dan wilayah yang diduduki serta di Tepi Barat.

Kamar Gabungan Kelompok Perlawanan Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka memantau peristiwa yang sedang berlangsung di Palestina. Juga upaya pejabat rezim Israel untuk memberlakukan kondisi baru pada Palestina.

Pernyataan tersebut juga menyampaikan, kejahatan rezim Zionis pada tingkat ini berbahaya dan membutuhkan tanggapan yang kuat. Rezim Israel bertanggung jawab atas konsekuensi mengerikan dari kejahatannya terhadap warga Palestina di tanah yang diduduki dan Tepi Barat. 

"Kami tidak akan membiarkan Zionis melakukan kejahatan baru. Alih-alih membayar biaya untuk kejahatan masa lalu mereka, mereka sekarang melakukan kejahatan baru terhadap warga Palestina," tambah pernyataan tersebut.    

 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA