Sabtu 06 Nov 2021 08:34 WIB

4 Hal yang Diperhatikan Konsumen Indonesia Memilih Skincare

Konsumen Indonesia kian teredukasi memilih produk skincare.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Nora Azizah
Konsumen Indonesia kian teredukasi memilih produk skincare.
Foto: Piqsels
Konsumen Indonesia kian teredukasi memilih produk skincare.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Masyarakat Indonesia kini sudah mulai teredukasi untuk melakukan perawatan kulit secara rutin. Dengan beragam pilihan produk perawatan, konsumen kian jeli memilih produk yang sesuai dengan jenis kulit.

Mengutip Euromonitor, pasar skincare di Indonesia diperkirakan hampir mencapai 6 milliar dolar AS (Rp 85,8 triliun) pada 2019, dan berpotensi tumbuh menjadi 8 miliar dolar AS (Rp 114,4 triliun) di 2022 nanti. Pasar skincare yang cukup besar membuat produk-produk berlomba masuk ke Indonesia menawarkan berbagai manfaatnya. 

Baca Juga

Namun, konsumen diminta untuk berhati-hati karena produk skincare tidak bisa digunakan sembarangan. Dermatologis Dr Arini Widodo, mengatakan, ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih produk skincare.

“Selama pandemi, banyak orang yang semakin peduli dengan kesehatan. Jadi banyak orang yang memilih produk yang bahannya tidak merusak kulit,” kata Arini dalam virtual media gathering Face Republic, belum lama ini.

Terkait produk skincare, masyarakat Indonesia mulai mencari produk yang mengandung bahan-bahan organik. Konsumen diminta untuk membaca kandungan produk, harus memahami bahan berbahaya, dan yang sesuai dengan kulit. 

Kedua, setelah menghadapi pandemi yang cukup berat, ada juga isu tentang climate change. Isu ini meningkatkan minat masyarakat kepada skincare yang ramah lingkungan, bebas animal testing, dan lainnya terkait climate change.

Ketiga, self-care juga semakin meningkat, salah satu penyebabnya karena di rumah saja. Saat ini, sudah jarang yang datang ke klinik kecantikan karena bisa melakukan skincare sendiri di rumah. 

Keempat, banyak ibu-ibu atau perempuan yang hobi menonton drama Korea, sehingga membuat mereka mengidolakan kulit-kulit orang Korea. Hal itu membuat mereka mencari skincare yang membuat glowing dan cerah.

“Tapi yang baik juga salah satunya adalah memahami sensitive skin, karena jumlahnya kian meningkat dari tahun ke tahun secara konstan, bukan hanya karena pandemi saja,” ujar Arini.

Peningkatan jumlah orang yang mengalami kulit sensitif itu dikarenakan meningkat juga beragam bahan skincare. Dalam satu jenis skincare saja, biasanya memiliki list ingredients yang sangat banyak. Sehingga penting bagi kita juga untuk memilih dengan tepat, agar jangan terlalu banyak mencoba skincare.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement