Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Dai Moderat Cara Tangkal Narasi Radikal Keagamaan

Jumat 05 Nov 2021 23:07 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Kaderisasi dai moderat di kalangan umat sangat mendesak. Ilustrasi dai

Kaderisasi dai moderat di kalangan umat sangat mendesak. Ilustrasi dai

Foto: dok. Republika
Kaderisasi dai moderat di kalangan umat sangat mendesak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Narasi radikal dengan isu agama bisa dilawan dengan cara hadirnya dai moderat yang memiliki wawasan wasatiyah di tengah masyarakat. 

Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Dr Andi Aderus, mengatakan perlu ada kaderisasi dai moderat untuk mengimbangi narasi keagamaan radikal yang terus ada di masyarakat.  

Baca Juga

Menurut Andi, keberagaman dan kekayaan bangsa ini menjadi faktor pendorong Indonesia menjadi sasaran empuk kelompok radikal.Latar belakang kesukuan, budaya, dan agama yang mencolok kerap menjadi isu yang digunakan untuk narasi perpecahan, katanya.

"Termasuk isu antinasionalisme yang juga menolak kearifan lokal dengan membenturkan antara nasionalisme dan agama," katanya.

Oleh karena itu, kata salah satu pimpinan Darud Dakwah Wal-Irsyad (DDI) ini, menanggulangi radikalisme tidak cukup dilakukan dengan pendekatan hukum karena menyangkut ideologi.

"Harus dilawan dengan pemahaman dan penguatan ideologi kebangsaan dan narasi agama," katanya.

Andi mengatakan perlu ada kewaspadaan terhadap narasi radikal yang memecah belah masyarakat dengan menunggangi isu agama karena terbukti pola narasi ini kerap berhasil menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang membuat narasi dari kelompok radikal mudah diterima masyarakat, di antaranya kurangnya wawasan keagamaan, terlalu bersemangat dalam beragama, dan kebiasaan masyarakat menilai sesuatu hanya di permukaannya saja.

Dia mengatakan masyarakat mudah terkesan dengan label-label yang ditampilkan dan ditawarkan seperti syariah, Islam, dan sunnah tanpa mengkajinya lebih mendalam.

"Jadi, banyak yang termakan narasi radikal karena ketidaktahuan orang yang didoktrin," kata pimpinan Pondok Pesantren Darud Dakwah Wal-Irsyad (DDI) Pattojo, Kabupaten Soppeng ini.

Andi mengapresiasi peran pemerintah saat ini yang melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah membentuk Gugus Tugas Pemuka Lintas Agama dengan menggandeng para tokoh lintas agama untuk melawan narasi radikal dengan moderasi beragama yang menyejukkan.  

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA