Jumat 05 Nov 2021 21:10 WIB

Kemenko Marves: UEA Bisa Jadi Mitra Bangun IKN

UEA punya kekuatan finansial dan pengalaman membangun kota internasional.

Bendera Uni Emirat Arab (UEA). Kemenko Kemaritiman dan Investasi menyatakan, Uni Emirat Arab bisa jadi mintra yang andal membangun ibu kota negara yang baru.
Foto: AP / Oded Balilty
Bendera Uni Emirat Arab (UEA). Kemenko Kemaritiman dan Investasi menyatakan, Uni Emirat Arab bisa jadi mintra yang andal membangun ibu kota negara yang baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menilai Uni Emirat Arab (UEA) akan bisa jadi mitra yang andal untuk bisa ikut berinvestasi dalam pembangunan ibu kota negara (IKN) baru.

Hal itu disampaikan Deputi Koordinasi Bidang Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto menyusul pernyataan Presiden Jokowi terkait tiga sektor pembangunan di Indonesia yang bisa dijadikan prioritas kerja sama antara Indonesia-UEA. Termasuk pembangunan IKN baru.

Baca Juga

"Tentu bagus, kalau dilihat Abu Dhabi itu saya kira punya mekuatan finansial yang bagus. Saya rasa mereka bisa jadi partner (mitra) yang sangat baik untuk pembangunan ibu kota baru," kata dia dihubungi dari Jakarta, Jumat (5/11).

Seto menambahkan, UEA juga diharapkan bisa memberikan wawasan serta pengalamannya dalam pembangunan kota. "Dubai itu kan sudah jadi kota internasional. Saya kira mereka juga bisa memberikan insights, berbagi pengalaman juga bagaimana mereka mengembangkan (kota) itu," kata Seto.

Kendati demikian, Seto tidak membeberkan secara gamblang soal nilai komitmen investasi UEA untuk pembangunan IKN baru di Kalimantan Timur. Begitu pula soal skema hingga realisasi investasinya.

"Kita tunggu saja (realisasinya)," ujar Seto.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga sektor pembangunan di Indonesia yang bisa dijadikan prioritas kerja sama antara Indonesia dan UEA. "Yang pertama, pembangunan ibu kota baru Indonesia. Untuk membangun ibu kota baru setidaknya dibutuhkan dana sebesar 35 miliar dolar AS," ucap Presiden Jokowi saat menghadiri Indonesia-UAE Investment Forum yang berlangsung di Dubai, Kamis (4/11).

Sektor kedua adalah di bidang transisi energi. Sektor prioritas ketiga adalah perdagangan. Presiden Jokowi menekankan pentingnya diversifikasi perdagangan dan mulai menegosiasikan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA).

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement