Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Tiga Titik Tanggul Jebol Akibat Banjir Bandang di Lamongan

Jumat 05 Nov 2021 20:52 WIB

Red: Andri Saubani

Warga berdiri di teras rumahnya yang terendam banjir. ilustrasi

Warga berdiri di teras rumahnya yang terendam banjir. ilustrasi

Foto: Antara/Rahmad
Titik tanggul yang jebol berada di Kali Lamong, Kali Mengkuli, dan Kali Plalangan.

REPUBLIKA.CO.ID, LAMONGAN -- Tiga titik tanggul jebol akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Masing-masing titik tanggul penahan air itu berada di Kali Lamong, Kali Mengkuli dan Kali Plalangan.

Kepala Seksi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan Muslimin, saat dikonfirmasi, Jumat (5/11), mengakui bahwa banjir bandang itu kini sudah mulai surut, namun kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Muslimin menjelaskan banjir bandang melanda Kabupaten Lamongan pada Kamis (4/11), dan terjadi di dua desa yang berada di Kecamatan Ngimbang dan Sugio.

Baca Juga

Untuk Kecamatan Ngimbang, banjir bandang melanda Desa Sendangrejo, dengan dusun yang terimbas, di antaranya Dusun Bujel, Jedung dan Tapas. Selanjutnya, di Kecamatan Sugio, banjir bandang melanda Desa Kalitengah, dengan dusun yang terdampak adalah Dusun Jegrek dan Buluplapak.

Muslimin mengatakan, banjir diakibatkan curah hujan yang tinggi, akibatnya 25 rumah di Dusun Bujel terendam air dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter, kemudian satu warung milik Irawan hanyut diterjang air bah, dengan estimasi nominal kerugian materiil mencapai Rp7 juta. Untuk Dusun Jedung yang juga termasuk dalam wilayah Desa Sendangrejo di Kecamatan Ngimbang, tercatat dua rumah warga terendam air, satu unit sepeda motor dan satu warung milik Hartono hanyut dengan kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta.

"Ada lima rumah warga yang sempat terendam, dengan rata-rata ketinggian air sekitar 50 sentimeter," ucap Muslimin.

Untuk Kecamatan Sugio, sembilan rumah warga di Dusun Buluplapak, Desa Kalitengah, terendam dengan ketinggian air mencapai 10 hingga 30 sentimeter. Sedangkan di Dusun Jegrek, jalan poros sepanjang 40 meter dan lebar 3 meter rusak, dengan kedalaman air sekitar 1,5 sampai 2 meter.

Muslimin mengatakan untuk saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lamongan masih bersiaga di lapangan, dan melakukan koordinasi dan kaji cepat di lokasi banjir. Hal ini untuk mengantisipasi banjir susulan, salah satunya dengan membersihkan aliran sungai yang bermuara ke waduk Gondang di Kecamatan Sugio.

Sementara itu, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih akan terjadi di Kabupaten Lamongan, hal ini merujuk prakiraan cuaca BMKG hingga Ahad (7/11). Dalam upaya menghadapi antisipasi La Nina, BPBD Lamongan mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan di tingkat terkecil, yaitu keluarga.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA