Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Lontong Kariang, Kuliner Bonjol yang Bertahan Ratusan Tahun

Rabu 03 Nov 2021 20:27 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Lontong kariang merupakan kuliner khas Bonjol, Pasaman, Sumatra Barat yang mampu bertahan sejak ratusan tahun

Lontong kariang merupakan kuliner khas Bonjol, Pasaman, Sumatra Barat yang mampu bertahan sejak ratusan tahun

Foto: Antarasumbar/Septria Rahmat
Lontong kariang yaitu lontong yang diberi sambal sayur nangka yang telah dikeringkan.

REPUBLIKA.CO.ID, PASAMAN -- Lontong kariang yang ada di Pasar Equator Bonjol, Nagari Ganggo Mudiak, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, merupakan kuliner khas yang mampu bertahan sejak ratusan tahun lalu hingga saat ini. Sajian lontong kering tanpa kuah itu biasa dijual seharga Rp 5000-an.

"Makanan lontong kariang atau lontong kering tanpa kuah khas Bonjol, Kabupaten Pasaman ini sudah sejak lama dijual turun-menurun dari nenek, orang tua, hingga saya sendiri, lamanya itu sekitar seratus tahun," kata Pedagang Makanan Elvi di Pasar Equator Bonjol, Rabu (3/11).

Baca Juga

Pada zaman dulu, neneknya menjual lontong kariang seharga Rp 1.500 satu porsi, saat ini dijual satu porsi seharga Rp 5 ribu. Ia menjelaskan resep lontong kariang yakni lontong diberi sambal sayur nangka yang telah dikeringkan lalu dicampur dengan kelapa marandang setelah dibungkus dengan pisang.

Selain lontong kariang, ada juga yang dijual antara lain kue basuang seporsi Rp 2 ribu, kue berbentuk pario atau pare berwarna merah isi kelapa satu buah seharga seribu. Pembeli makanan lontong kering ada dari luar daerah antara lain Bukittinggi, Padang, Pasaman Barat, Payakumbuh, pembeli mengetahui lontong kering ini dari media sosial.

Karena penasaran bagaimana rasanya pembeli rela datang jauh-jauh ke Kabupaten Pasaman hanya untuk membeli lontong kariang miliknya. "Alhamdulillah terhadap pandemi Covid-19 melanda di Kabupaten Pasaman tidak ada pengaruh terhadap penjualan malahan penjualnya meningkat saat pendemi, kadang dalam sehari saja pendapatan dari hasil penjual bisa mencapai Rp 700 ribu dengan modal Rp 200 ribu," ujarnya.

Setiap ia menjual, lontong kering miliknya habis terus tidak ada tersisa. Dia menjual dari pagi hingga siang. Sementara, seorang pembeli warga Pasaman, Syahrul mengatakan makanan tradisional ini rasanya enak, setiap beroperasi pasar Equator Bonjol, saya sering membeli makan lontong kering ini untuk sarapan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA